Waspada
Waspada » Itali Juara Saonah Ditangkap
Olahraga

Itali Juara Saonah Ditangkap

SAKING nervousnya Alang Bobal menghadapi final Inggris-Italia akibat tekanan para petaruh kampung, diapun ikut touring sampan bermotor ke hulu sungai.

Uden Kepling, Hari Bolang, Ukem Ivan, Male Bajingan, Kenda Manurung, Taufik Ofik, Widaruna, Dicky Sinaga, Hasan Papua, Wiwid “polisi swasta”, Rizky Biola, Zuhri Margolang, Sofin Satgas, Afri, Teguh, Aerodinamik Marbun, Ilham Karate dan Alang Bobal selepas Zuhur Sabtu sudah start.

Gila gilaan, mereka sembilan belas orang menggunaan 15 sampan berarti hanya ada empat sampan berisi dua orang. Alasan mereka sesuai prokes Anti Covid-19.

Mereka bersampan ke hulu, selepas Ashar dihajar hujan tak menyurutkan niat mereka mencapai hulu sungai melihat keindahan alam dataran tinggi.

Makin ke hulu makin mantap Alang menjagokan idola yang awalnya tak diperhitungkannya, Italia. Proyeksi Alang sesungguhnya Spanyol juara.

“Apo lagi incek Ofik. Italia lah. Waktu normal draw. Adu penalti Italia monang. Bante kaulah ondak dipengapokan. Bataruh atau tidak urusanmu lah,” tukas Alang di tangkahan Simarjunjung saat rehat magrib dan makan malam.

“Inggris lah Alang,” celetuk Sinaga. Langsung disergah Alang: “Tau apo kau Naga! Manjahit sajolah kau jang ayah!”

Sewaktu bersampan pulang Alang tetap mengingatkan Italia juara. “Yo Alang kuikhlaskan Itali juaro. Tapi kok orang orang ini bataruh bukan pakaro juaro Alang, tapi bagaimano biso dapat duit mulai dari siapo nan menggolkan, skor babak pertama dan satorusnyo. Sampek siapo pemain yang parmisi ke toilet pun ditaruhkan Lang!” Ledek Widuran alias Widaruna ketua Tiga Lomba.

Akhirnya Italia juara. Alang Bobal heran warung Saonah sepi sepi saja. “Mengapo kok Italia juaro warong kau ini sopi yo Saonah? Apo tak suko orang orang kampung ne Italia juaro?”

“Antah lah Alang. Yang jolas kemaren pas kelen manyampan ka hulu, kapalo dusun ne bakaliling kampung dongan mantri kesehatan badampingan amo kawan kawan si Wiwid polisi swasta tuh. Corona bangkit lagi, kapalo dusun bilang harus lobih banyak di rumah,” jelas Saonah.

“Apo Saonah? Corona bangkit!?” Alang Bobal terperanjat lantas menuangkan kopinya yang masih panas ke piring, dihembusnya beberapa kali lalu diseruputnya. “Pulang lah odan kok bagitu. Catat bon kojap yo Saonah,” ujar Alang Bobal bergegas.

Beberapa hari Alang Bobal di rumah saja. Paling patuh dia soal Covid-19. “Alang sudah dongar Saonah ditangkap, diadili, dihukum gara gara Italia juaro?” Tanya Ajo Makne ketika ketemu di tangkahan mandi sore hari.

“Abah! Manyalah! Kok biso bagitu Jo?” tukas Alang Bobal nyaris melorot handuk yang dikenakannya. “Botulnyo itu Jo? Waang jangan mangado ulah yo” Sambungnya.

“Bagitulah kabar yang ado. Pamilik warung ditangkap, diadili, dihukum. Siapo lagi kok bukan Saonah? Apo salah Saonah? Kenapo? Tak ada salah Saonah. Yang iyanyo Italia juaro. Ondak siapo Italia juaro! Ya ondak Alang lah. Alang talibat, sah meyakinkan!’

Alang spontan melompat dari tangkahan ke darat bermaksud ingin lebih jelas, Ajo Makne salah sangka langsung melompat ke air sungai.

Sejurus kemudian tangkahan ramai. Mereka saling tanya, saling menceritakan, benar benar kacau. Tidak lagi salah sangka tapi sudah banyak topik bersalahan.

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2