Waspada
Waspada » Gubsu Jenguk Dokter PSMS Era Perserikatan
Olahraga PSMS Medan

Gubsu Jenguk Dokter PSMS Era Perserikatan

MEDAN (Waspada): Gubernur Sumatera Utara Letjen (Purn) Edy Rahmayadi menjenguk Dr Marah Ganti Siregar SpPA , 87, di ruang ICU RS Universitas Sumatera Utara, Jumat (17/4).

Seperti diketahui, Dr Marah Ganti Siregar SpPA merupakan dokter PSMS Medan ketika menjadi juara di era Perserikatan tahun 1983 dan 1985.

Kunjungan Gubsu tidak diduga sebelumnya oleh keluarga termasuk anak kandung dr Marah Ganti, Prof Dr dr M Fidel Ganis SpOG (K). Kunjungan dilakukan Pembina PSMS itu di sela-sela peresmian laboratorium untuk melakukan uji polymerase chain reaction (PCR) di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU).

Edy bersama Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting didampingi Rektor USU Runtung Sitepu, Ketua MWA Panusunan Pasaribu, Kadis Kesehatan Provsu Alwi Hasibuan dan Dirut RS USU Dr dr Syah Mirsa Warli SpU ( K).

Dr Marah Ganti Siregar SpPA (87 tahun) merupakan angkatan 1 Fakultas Kedokteran USU 1952, pensiunan Dosen Fakultas Kedokteran USU, juga lama menjadi tim kesehatan KONI Sumut sejak 1973-1985.

Menjadi Ketua Tim Kesehatan PON Sumut 1973-1977-1981-1997, Ketua Tim Kesehatan Pomnas Sumut ke beberapa Pekan Olahraga Mahasiswa, Ketua PP KORI (Persatuan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia) Sumut.

Pada kesempatan itu, Edy Rahmayadi mendoakan Marah Ganti cepat pulih dan kepada dr Fidel yang juga WR 2 USU serta Exco Asprov PSSI Sumut bidang pembinaan usia dini, Edy menyampaikan agar tetap menjaga kesehatan selama merawat orang tuanya.

Sering Bernazar

Marah Ganti sering bernazar demi kemajuan PSMS. Di antaranya pada tahun 1983 saat PSMS menaklukan Timnas Irak 1-0 dalam kejuaraan Piala Marah Halim, dr Marah Ganti tidur di tengah lapangan hijau Stadion Kebun Bunga dari selepas Isya hingga jelang waktu Shubuh.

Prof Fidel dalam kesempatan terpisah bercerita bahwa beliau adalah orang yang tak pernah memberi perintah tetapi selalu menunjukkan contoh. Beliau selalu sederhana dalam segala hal. Beberapa saat sebelumnya, ada WA seorang bermarga Tambunan yang memperkenalkan diri sebagai mantan mahasiswa USU yang bercerita sambil mendoakan.

“Teringat dulu ketika pak dokter ini sebagai pembina mengantarkan para mahasiswa USU ber-KKN ke daerah terpencil, bagaimana bapak dulu selalu membelikan kebutuhan pokok pangan kami dan kelompok lainnya ketika datang berkunjung dan saat evaluasi pelaksanaan KKN. Kami adalah kelompok mahasiswa USU dari keluarga miskin, beliau seperti ayah yang tak akan pernah bisa kami lupakan dan kami balas jasanya,” tulis nya.

Demikian beberapa cerita dari sekian banyak lainnya tentang kebaikan dan keunikan beliau, baik sebagai dosen, dokter, maupun sebagai insan yang banyak terlibat dalam membina kesehatan olahraga di masa lalu. (m42)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2