Waspada
Waspada » Griezmann Kritik Taktik Prancis
Olahraga

Griezmann Kritik Taktik Prancis

GELANDANG Timnas Ukraina, Serhiy Sydorchuk (kanan) merayakan golnya ke gawang Prancis dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa Grup D di Stadion Stade de France, Saint-Denis, Prancis, Kamis (25/3) dini hari WIB. AFP

PARIS (Waspada): Prancis gagal memetik kemenangan atas Ukraina pada pertandingan pertama Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Antoine Griezmann pun mempertanyakan taktik yang diterapkan Prancis saat ditahan Ukraina 1-1 dalam laga pertama Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa.

Gol indah Griezmann pada babak pertama melalui tendangan pisang kaki kiri mengantar Les Blues membuka skor di Stade de France, Kamis (25/3) dini hari WIB. Namun, keunggulan Prancis lenyap di babak kedua usai kebobolan gol bunuh diri Presnel Kimpembe.

Statistik menunjukkan Prancis tampil jauh lebih dominan ketimbang tim tamu, menguasai possession hingga 63 persen dan melepaskan total 18 tembakan. Apa daya, skor 1-1 bertahan sampai akhir pertandingan.

Dalam laga ini, Pelatih Tim Ayam Jantan Didier Deschamps memilih skema 4-4-2 ketimbang formasi 4-2-3-1 yang selama ini jadi andalan. Perubahan ini membuat permainan Prancis tidak berjalan semulus biasanya.

“Kami mungkin membutuhkan lebih banyak pemain ofensif yang jago mendribel bola dalam duel satu lawan satu di tepi lapangan. Kami harus belajar bermain dalam sistem seperti itu dan berusaha meraih kemenangan lagi,” kata Griezmann selepas peluit panjang.

“Kami ingin meraih kemenangan tetapi tidak menampilkan performa bagus. Kami harus melakukan evaluasi dan berusaha lebih baik lagi,” pungkas striker Barcelona ini.

Prancis selanjutnya akan bertamu ke Kazakstan pada Minggu (28/3) mendatang.

Sementara itu, gelandang Ukraina Serhiy Sydorchuk mengakui golnya ke gawang Prancis yang membuat kondisi imbang berbau keberuntungan.

Ukraina yang nyaris tak memilliki peluang menyamakan kedudukan pada menit ke-57. Tendangan Sydorchuk dari tepian kotak penalti berbelok arah setelah membentur bek Prancis Presnel Kimpembe sehingga memperdaya kiper Hugo Lloris.

Sydorchuk mengakui bahwa gol tersebut berbau keberuntungan. Bahkan, menurut dia, untuk meraih satu angka melawan Prancis yang berstatus sebagai juara Piala Dunia 2018 memang membutuhkan keberuntungan.

“Satu poin melawan juara dunia di grup seberat ini adalah hasil bagus bagi kami. Sangat berat tampil melawan mereka, kami harus menghalau sejak di lini tengah. Kami lengah ketika kebobolan, tetapi kemudian tampil lebih sabar sebagai satu kesatuan,” kata Sydorchuk seperti dilansir laman resmi UEFA.

“Pelatih mengatakan kami akan mendapat kesempatan dan itu terjadi. Tentu saja, saya sangat beruntung ketika mencetak gol itu, tetapi berat mendapatkan apapun dari laga ini tanpa keberuntungan,” tuturnya.

Pelatih Ukraina, Andriy Shevchenko menyatakan bangga dengan kerja keras dan pengorbanan yang dilakukan para pemainnya sepanjang laga. Dia menyatakan telah mewanti-wanti anak asuhnya untuk bermain kompak guna meredam permainan Prancis.

“Kami punya strategi dan itu berhasil karena kami bisa menghilangkan ruang di lini pertahanan sendiri. Kami berusaha meredam skuad Prancis yang berisi para pemain bertalenta terbaik,” ujar Shevchenko.

“Saya tahu kami harus berkorban dan sudah mengatakan itu kepada para pemain sebelum bertanding. Kami berjuang dan mampu melakukannya. Kami pantas untuk satu poin ini karena para pemain berjuang sangat keras,” pungkasnya.

Hasil imbang 1-1 merupakan perbaikan besar bagi Ukraina yang sempat menelan kekalahan 1-7 dari Prancis di ajang UEFA Nations League tahun lalu. Hasil itu juga membuat mereka memiliki modal cukup besar untuk bersaing memperebutkan tiket lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 yang akan digelar di Qatar.

Pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 selanjutnya, Ukraina akan menjamu Finlandia di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, pada Ahad mendatang. Sedangkan Prancis akan bertandang ke Kazakhstan. (m18/uefa)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2