Waspada
Waspada » Giliran Wali Kota Liverpool Minta Usut
Olahraga

Giliran Wali Kota Liverpool Minta Usut

KIPER Atletico Madrid Jan Oblak berhasil menghadang badai serangan Virgil van Dijk cs di Stadion Anfield, Liverpool, 11 Maret silam. The Independent
KIPER Atletico Madrid Jan Oblak berhasil menghadang badai serangan Virgil van Dijk cs di Stadion Anfield, Liverpool, 11 Maret silam. The Independent

LONDON (Waspada): Setelah Wali Kota Madrid, kini giliran Wali Kota Liverpool Steve Rotherham meminta pengusutan independen terhadap dampak laga leg2 babak 16 besar Liga Champions antara Liverpool kontra Atletico Madrid.

Sebab laga yang dimenangkan El Atleti dengan skor 2-3 pada 11 Maret di Stadion Anfield tersebut, dicurigai sebagai penyebab terjadinya penularan wabah virus corona di Kota Liverpool.

“Jika orang-orang terpapar virus corona sebagai dampak langsung ajang olahraga yang kami yakini, seharusnya itu tidak berlangsung. Itu sebuah skandal,” ujar Rotherham, seperti dikutip dari BBC Sport, Jumat (24/4).

Kota Liverpool hingga kemarin memiliki tingkat kematian akibat Covid-19 yang cukup tinggi lebih dari 250 jiwa.

Rotherham menilai hal itu mungkin berkaitan dengan pertandingan yang turut disaksikan langsung ribuan suporter Atletico yang datang dari Spanyol.

Saat duel digelar, Kota Madrid sudah menjadi salah satu episentrum persebaran Covid-19.

Tetapi sedikitnya 3.000 fans Los Rojiblancos hadir di Anfield untuk mendukung perjuangan Jan Oblak cs, sebelum Inggris menerapkan karantina wilayah 10 hari berselang.

“Itu bukan saja menempatkan mereka dalam bahaya, tetapi juga para staf NHS (pelayan kesehatan Inggris) dan keluarga orang-orang yang mungkin terpapar,” sesal Rotherham.

Sorotan diarahkan ke laga itu sebagai salah satu pemicu ledakan kasus positif Covid-19 di Inggris.

Tetapi Pemerintah Inggris bersikeras ketika izin pertandingan dikeluarkan, mereka sudah melakukannya berdasar pendampingan saintifik.

“Dalam setiap tahapan krisis ini, kami selalu dipandu tinjauan saintifik dan mengambil keputusan yang tepat pada saat itu,” jelas Rishi Sunak, Menteri Keuangan Inggris.

“Terkadang ada kebijakan keliru diambil pada waktu yang salah, pertimbangannya keberlanjutan dan sebagainya. Di semua kebijakan ini kami selalu didampingi tinjauan sains untuk keputusan yang tepat di waktu yang tepat, saya meyakini itu,” tambah Sunak.

Selain laga Liverpool kontra Atletico Madrid, festival pacuan kuda Cheltenham pada 10-13 Maret juga dicuragai menjadi mata rantai penyebaran virus corona di Negeri Ratu Elizabeth II.

“Akan menarik untuk mengetahui di masa mendatang setelah semua tinjauan sains dilakukan demi memastikan keterkaitan antara virus yang menyebar di Liverpool dan virus yang ada di Spanyol,” ucap Angela McLean, Deputi Penasihat Saintifik Inggris.

Pekan lalu Wali Kota Madrid Jose Luis Martinez-Almeida menyebutkan keputusan mengizinkan pendukung Atletico pergi ke Anfield merupakan kesalahan, padahal waktu itu pandemi virus corona tengah merajalela di Negeri Matador.

“Tak masuk akal 3.000 pendukung Atletico saat itu dibolehkan pergi ke Anfield. Itu keliru,” kecam Martinez-Almeida.

“Sejak hari sebelum pertandingan itu, Pemerintah Daerah dan Dewan Kota Madrid sudah mengadopsi langkah-langkah penting dalam mengurangi kerumunan manusia,” katanya menambahkan.

Pada hari pertandingan itu digelar, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyatakan wabah virus corona sebagai pandemi.

Saat yang sama sekolah-sekolah di Madrid telah ditutup, sedangkan kerumunan lebih dari 1.000 orang sudah dilarang. (m15/bbc/rtr)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2