Waspada
Waspada » Gagal Kontrol Pemainnya, MU Dihukum FA
Olahraga

Gagal Kontrol Pemainnya, MU Dihukum FA

Independent

LONDON (Waspada): MU Dihukum FA Inggris, karena dianggap gagal kontrol pemainnya ketika akhir pekan lalu dipecundangi Liverpool 0-2 pada matchday 23.

Dalam laga di Stadion Anfield itu, para pemain MU dimotori kiper David de Gea (foto 3 kanan) memprotes wasit Craig Pawson (foto 2 kanan) di pertengahan babak pertama. Protes terkait aksi bek Liverpool Virgil van Dijk menyenggol De Gea saat duel udara di depan gawang Si Setan Merah.

Roberto Firmino kemudian mencetak gol, tetapi golnya dianulir karena VAR menilai De Gea terlebih dulu dilanggar Van Dijk saat berusaha mengamankan bola lambung di dalam kotak penalti.

“Manchester United FC telah didakwa melanggar Peraturan FA E20 (a) karena gagal mengontrol para pemainnya di menit 26 dalam laga Liga Premier melawan Liverpool FC,” ujar FA, seperti dilansir Sky Sports, Selasa (21/1).

United memiliki waktu hingga Kamis (23/1) untuk mengajukan banding atas hukuman FA yang tidak dijelaskan jenisnya tersebut.

“Mungkin saya seharusnya tidak terlalu banyak bicara tentang (hukuman) itu,” tutur Ole Gunnar Solskjaer, manajer MU asal Norwegia.

Solskjaer juga enggan mengomentari pendapat bekas rekan setimnya, Gary Neville, soal perekrutan pemain yang asal jadi oleh Wakil Direktur MU Ed Woodward. Akibatnya, Ed Woodward dinilai tidak kompeten dan penggemar MU langsung mendengungkan tagar #SackWoodward di media sosial Twitter.

“Sekarang ini bukan waktu yang tepat untuk berbicara soal rekrutmen pemain. Kami selalu berusaha meningkatkan kualitas skuat, tetapi saat ini bukan waktunya untuk mengomentari Gary dan berdiskusi,” ujarnya lagi.

Kekesalan fans The Red Devils terhadap rekrutmen pemain kian memuncak pada bursa transfer musim dingin 2020. Sempat dihubungkan dengan sejumlah nama, tetapi belum ada bintang baru yang datang ke Old Trafford hingga 21 Januari.

Mulai Ragukan Solskjaer

“Saya sudah berada di sini selama 13 bulan dan dengan pemain yang sudah didatangkan, sejauh ini tidak ada komplain,” klaim Solskjaer.

Pelatih berusia 46 tahun itu sendiri tak luput dari keraguan. Bahkan dalam program Sky Sports edisi 19 Januari, dua pengamat Roy Keane (mantan gelandang MU) dan Jamie Carragher (mantan bek Liverpool) berdebat mengenai kapasitas Solskjaer.

Carragher menilai mantan penyerang Red Devils dan Timnas Norwegia itu tidak cukup besar untuk menangani raksasa MU. Namun menurut Keane, Solskjaer pantas diberi kesempatan dan waktu lebih, sambil menyinggung nama Frank Lampard yang kini menukangi Chelsea.

“Frank Lampard di Chelsea misalnya. Saya melihat mereka main semalam dengan skuat baik, tapi gagal meraih hasil positif,” kata Keane merujuk kekalahan 0-1 Si Biru di kandang Newcastle United.

“Lampard sudah delapan kali kalah bersama Chelsea, tetapi entah kenapa dia tidak dianggap dalam masalah besar. Mungkin karena Lampard orang Inggris, tapi saya pribadi menilai dia memang pantas diberi waktu sebagaimana Ole,” ujarnya lagi.

Menanggapi perdebatan itu, Lampard menyatakan sepakat bahwa waktu dan kesempatan memang sesuatu yang selalu diinginkan setiap pelatih, tidak terkecuali dirinya.

“Saya pikir menjadi orang Inggris tidak membuat Anda bebas dari kritik. Raktanya ketika saya pertama kali melatih Chelsea, banyak yang meremehkan karena saya muda, orang Inggris dan cuma punya rekam jejak setahun di Derby,” sindir balik Lampard.

“Sebagai pelatih Anda tentu menginginkan waktu dan kesempatan, supaya bisa menata segalanya. Entah itu mengembangkan pemain muda maupun mendatangkan rekrutan penting, saya harap kami berada di jalan yang benar,” pungkasnya.

Setan Merah MU yang kini menduduki peringkat lima nilai 34 akan menjamu Burnley pada matchday 24 EPL di Stadion Old Trafford, Kamis (23/1) dinihari mulai pkl 0315 WIB. (m15/sky/rtr)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2