Waspada
Waspada » Fisik Pemain Persiraja Masih Kurang
Olahraga

Fisik Pemain Persiraja Masih Kurang

BANDA ACEH (Waspada): Persiraja Banda Aceh menang tipis 1-0 atas tim PON Aceh. Kedua tim beda misi ini menggelar pertandingan ujicoba di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Kamis (18/3).

Duel Persiraja dan PON Aceh berlangsung ketat. Tim PON Aceh yang menurunkan sebagaian besar pemain terbaiknya, langsung mendobrak pertahanan Laskar Rencong. Praktis, pasukan Fakhri Husaini tampil dominan sepanjang 45 menit pertama.

Persiraja yang tampil dengan skuad Liga 1-nya nyaris tanpa membahayakan gawang PON yang dikawal Chairil Zul Azhar. Begitu pula skuad PON yang acap tak berhasil menembus pertahanan yang digalang Luis Irsandi dkk.

Pertandingan yang disiarkan melalui live steaming dan dipimpin Faulur Rosy itu berakhir imbang tanpa gol sepanjang babak pertama.

Di paruh kedua, Persiraja mengganti semua pemainnya. Sedangkan anak-anak PON tetap dengan skuad babak pertama. Sekira menit 60, juara Porwil Bengkulu itu terpaksa bermain 10 orang, setelah Muharir mendapat kartu kuning kedua.

Sepuluh menit kemudian, Assanur Rijal mencetak gol melalui sundulan usai menerima umpan lambang Miftahul Hamdi. Gol sundulan yang menjadi khasnya pemain yang akrab disapa Torres ini menjadi satu-satunya gol dalam laga tersebut.

PON Aceh yang hanya merumbak enam pemain saja di babak kedua tetap mencari gol penyama kedudukan. Kans besar diperoleh lewat sepakan set piece Reza Santika yang menimpa mistar gawang Fakhrurrazi Kuba. Tak ada gol tambahan hingga laga usai.

Pelatih Kepala Persiraja, Hendri Susilo, mengakui mendapat keuntungan ganda berujicoba dengan tim PON. Apalagi, lawan tim PON yang acap melakukan pressing ketat dan berlari terus. “Dalam lawan uji coba ini, Persiraja juga dapat latihan fisik, mentalitinya juga. Nuansa pertandingan juga dapat,” ungkap dia.

“Tim PON mainnya sudah bagus, melakukan pressing ketat sejak menit awal, berlari terus. Secara umum tim ini sudah bagus dan bisa maksimal lagi. Tapi, butuh proses dan lama. Pemainnya punya fisik, tapi main bolanya belum matang,” tukas mantan pelatih Tim PON DKI Jakarta pada 2008 ini.

Pada sisi lain, mantan pelatih PSPS Riau ini masih mengeluhkan fisik pemainnya. “Ternyata fisik pemain kami masih kurang, masih di bawah standar. Karena kita bukan saja melihat sampai dimana sentuhannya,” ujar Hendri sembari menyatakan sulit ke puncak performa saat di Piala Menpora nanti. Namun dia akan tetap berusaha maksimal, apapun bentuknya.

Pelatih Kepala PON Aceh, Fakhri Husaini mengaku mendapat lawan yang bagus dan berkualitas untuk menempa skuadnya. “Kami kalah satu kosong tapi kami masih memberikan perlawanan. Bahkan babak pertama kami menguasai pertandingan,” ujar dia.

“Gol yang terjadi saat kami dalam posisi 10 pemain. Harusnya tak boleh terjadi gol itu, apalagi bola sundulan juga. Tapi, inilah sepakbola, semua bisa terjadi di lapangan, apapun itu saya puas yang diperlihatkan semua pemain,” tutur dia.

Mantan Pelatih Timnas U-19 ini memuji pasukannya yang tampil kompak, solid dan punya kans mencetak gol dan beberapa setpiece serta counter attrack yang mereka lakukan dengan baik.

“Tentu ini bukan hasil akhir. Kami akan evaluasi lagi dimana kekurangan yang harus kami tingkatkan sebelum berlaga di PON. Hasil dari laga ini menjadi catatan kami untuk memperbaiki kemampuan pemain, baik individu, unit atau tim di masa yang akan datang,” ujar dia.

Fakhri juga tak mengkhawatirkan fisik skuadnya. Terbukti, empat pemain bawah tidak diganti, termasuk para gelandang. “Pemain yang saya ganti itu bukan karena fisik, tapi karena kebutuhan taktik, apalagi kami main 10 orang,” paparnya. (b04/C)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2