Final, Sepakbola Aceh Ulangi Sejarah 28 Tahun - Waspada

Final, Sepakbola Aceh Ulangi Sejarah 28 Tahun

  • Bagikan
BEK Aceh Rezal Mursalin (kiri) berusaha menghalau Dian Sosongko dari Jawa Timur untuk membantu kiper Aceh Chairil Z Azhar mengamankan bola. Waspada/ist

JAYAPURA (Waspada): Tim Sepakbola Aceh kembali mengulang sejarah 28 tahun silam dengan lolos ke partai final PON XX Papua 2021 seusai menghajar Jawa Timur dengan skor 2-1. Pelatih Fakhri Husaini juga sekaligus sukses “balas dendam”.

Bermain di Stadion Barbanas Youwe, Kabupaten Jayapura, Selasa (12/10) pukul 15.00 WIT, Aceh sukses mengatasi perlawan Jatim yang tampil solid di setiap lini. Kedua tim mencoba untuk mendominasi jalannya pertandingan di babak pertama.

Aceh dan Jatim terus mencoba tampil agresif. Setelah 15 menit pertandingan berjalan, Aceh tampil tak dominan. Bahkan, penguasaan bola lebih baik skuad Jatim racikan Rudy Keltjes.

Kendati mendapat serangan yang berkali-kali, lini pertahanan Aceh juga mampu menunjukan kualitas. Meski tertekan, Fairushy cs bermain efektif bertahan.

Lewat serangan balik cepat, Rezal Mursalin cs berhasil unggul lebih dulu melalui gol Akhirul Wadhan pada menit ke-26 dari sisi kiri gawang Jatim. Sambil menjatuhkan diri, dia menyodorkan bola ke tiang jauh. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama kelar.

Usai turun minum, belum genap satu menit laga berjalan, Akhirul kembali menjadi momok bagi lini bawah Jatim. Sepakan di luar kota penalti tak dapat ditangkap dengan sempurna. Bola mental disambar Muzakir untuk membuat skor menjadi 2-0 pada menit 46.

Tak berselang lama Jatim menipiskan ketertinggalan melalui gol yang di cetak Dwiki Mardiyanto pada menit ke-52. Lantas tensi permainan pun semakin sengit untuk kedua tim. Hingga pertengahan babak kedua, pola serangan kedua tim hanya berkutat di tengah lapangan.

Lini bawah Aceh dikurung pemain-pemain Jatim yang berambisi segera menyamakan kedudukan. Jatim terus berusaha menciptakan peluang untuk masuk ke area pertahanan Aceh. Sedangkan Aceh masih sama melakukan strategi seperti babak pertama.

Khairunnas dkk lebih bermain menunggu, apalagi dengan stamina yang sudah terkuras. Akibatnya, mereka acap membuang bola ketika Jatim sudah mulai masuk ke kotak 16. Pada menit ke-82, Jatim bisa saja menyamakan kedudukan usai mendapatkan penalti.

Namun, eksekusi tendangan penalti Muhamad Faisal Yunus melambung tinggi ke gawang Aceh. Menjelang babak kedua berakhir, Jatim semakin ngotot melakukan serangan. Namun skor 1-2 bertahan hingga akhir pertandingan dan Aceh memupuskan harapan Jatim.

Pelatih Kepala Aceh Fakhri Husaini mengatakan kedisiplinan yang diperlihatkan para pemainnya menjadi salah satu kunci kemenangan yang mereka raih atas Jawa Timur. “Rasanya sulit untuk mencari kelemahan di tim Jawa Timur ini,” kata Fakhri selepas laga.

Disebutkan, tim racikan Rudy Keljtes punya kedalaman skuad yang bagus, kualitas pemain hebat baik di sayap kanan kiri maupun striker. “Tapi memang anak-anak cukup disiplin dalam menjaga, terutama pemain-pemain sayap mereka,” sebut mantan pelatih Timnas itu.

Ia menyebutkan, sebelum laga berlangsung, dia sudah menonton tiga rekaman pertandingan Jawa Timur. “Kemudian tadi malam saya tonton rekaman pertandingan saat kami kalah lawan mereka 4-0 di ujicoba,” katanya.

Fakhri juga memuji kinerja para pemainnya di lini tengah yang disebutnya mampu merespon dengan baik tiap kali Aceh kehilangan bola. “Mereka cukup agresif, tiap kali hilang bola mereka langsung pressing lawan,” katanya.

Pada final nanti, Aceh akan menghadapi tuan rumah Papua yang lolos setelah di laga semifinal lainnya yang berlangsung bersamaan di Stadion Mandala, Kota Jayapura, mengalahkan Kalimantan Timur dengan skor 5-1.

Di PON Papua, Aceh sudah pernah bertemu Papua dan kalah tipis 0-1 dari tuan rumah dalam babak enam besar Grup D. Laga final kali ini tak ubahnya jadi ulangan partai puncak PON 1993 Jakarta yang kala itu dimenangi oleh Papua yang saat itu masih bernama Irian Jaya.

Pada sisi pribadi, Fakhri Husaini juga sukses melakukan balas dendam kepada tim Jawa Timur. Di mana Jatim di bawah polesan Aji Santoso pernah mengalahkan Kaltim yang diracik Fakhri di PON Kaltim 2008 di babak semifinal. Saat itu Kaltim kalah 0-1 dari Jatim. (b04/I)

  • Bagikan