Exco PSSI Beri Lampu Hijau Liga 1 &2 Tanpa Degradasi - Waspada

Exco PSSI Beri Lampu Hijau Liga 1 &2 Tanpa Degradasi

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Kompetisi Sepakbola Indonesia akan kembali dilaksanakan pada Juli mendatang setelah vakum sejak Maret tahun lalu karena pandemi virus corona. Menuju momen tersebut, banyak wacana yang muncul ke permukaan.

Salah satu rencana krusial yang diterbitkan adalah penghapusan degradasi untuk kompetisi musim 2021, baik untuk Liga 1 atau pun Liga 2. Hal ini dilakukan sebagai langkah maklum kepada klub karena situasi sedang sulit.

Pada awal pekan ini, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI menggelar rapat dan membahas hal tersebut. Hasani Abdulgani sebagai salah satu anggota Exco menjabarkan bahwa terjadi perdebatan soal penghapusan degradasi.

“Berdasarkan laporan dari kesekjenan PSSI, banyak klub mengirim surat ke PSSI untuk mempertimbangkan peniadaan degradasi,” buka Hasani ketika dihubungi oleh awak media, Jumat (7/5).

“Lalu di rapat terjadilah pro-kontra, ada yang setuju dan tidak. Saya pribadi berprinsip, selama tidak melanggar Statuta PSSI dan sifatnya sementara, bukan seterusnya dan hanya di Liga 1 musim ini, saya setuju,” imbuhnya.

Menurutnya, memang hal seperti ini akan mengundang kontra karena sejatinya kompetisi harus ada promosi serta degradasi. Namun, kondisi yang saat ini dialami oleh klub terlalu berat, sehingga penghapusan degradasi adalah wajar dilakukan.

“Orang-orang banyak bertanya, kenapa? Kalau orang tak punya klub, susah menceritakannya. Apalagi kalau seorang suporter. Bagi seorang yang punya klub, ini sangat berat. Bagi seorang yang punya perusahaan, hari ini sangat berat karena dampak dari kondisi ini,” ujar Hasani.

Walau sudah di ambang kepastian, namun bahasan ini akan dibawa lebih lanjut ke pertemuan klub dalam waktu dekat. Selain itu, bisa jadi ketuk palu mengenai keputusan ini bakal dilakukan pada 29 Mei, saat kongres tahunan PSSI.

“Exco PSSI sudah memberikan lampu hijau Liga 1 tanpa degradasi. Kalau nanti, misalnya, di manager meeting, para peserta tidak setuju, keputusan dikembalikan ke Exco. Kuncinya ada di Exco untuk masalah tidak adanya degradasi ini,” urai Hasani.

“Sebetulnya, otoritasnya ada di Exco PSSI. Klub tidak punya otoritas. Mereka hanya mengusulkan. Segala peraturan di PSSI itu keputusannya ada di tangan Exco PSSI. Kalau yang sifatnya mengubah Statuta PSSI, baru kami bawa ke kongres. Dengan kata lain, keputusan ini sudah mendapatkan lampu hijau,” tegasnya.

 

Persib Menolak

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono, sangat tidak setuju jika kompetisi Liga 1 2021 digelar tanpa ada degradasi.

“Kami sangat menolak kompetisi Liga 1 2021 tanpa degradasi. Prinsip dasar dari kompetisi, yaitu sporting merit and integrity harus dijalankan. Statuta FIFA dan AFC juga mengatur dengan sangat jelas mengenai sporting merit & integrity,” jelas Teddy, Jumat.

Disinggung tidak adanya degradasi karena banyak klub yang compang camping, Teddy enggan berkomentar dengan kondisi klub peserta Liga 1 yang lain.

“Saya tidak ingin berkomentar mengenai klub lain. Tapi PSSI dan LIB harus menegakan prinsip dasar kompetisi yaitu sporting merit and integrity. Sporting merit and integrity diatur jelas kok ada di FIFA/AFC,” tegas Teddy.

Sebelumnya, Presiden Borneo FC, Nabil Husein, juga tidak setuju kompetisi Liga 1 musim 2021/2022 digelar tanpa degradasi karena bisa membuat sepakbola alami kemunduran.

“Borneo FC ingin sepakbola yang jelas aturannya. Karena tanpa degradasi, satu kemunduran sepakbola Indonesia. Ya sepakbolanya tidak ada kemajuan. Kualitas sepakbola Indonesia itu yang saya soroti,” kata Nabil, Kamis (6/5).

Mestinya, dikatakan Nabil, dalam sepakbola profesional jika ada degradasi harus dibarengi dengan promosi. Tidak bisa jika hanya salah satunya saja yang diterapkan dalam sebuah kompetisi profesional seperti Liga 1. “Di sepakbola profesional mesti ada degradasi. Selagi ada promosi ya harus ada degradasi,” kata Nabil. (m18/cnni)

  • Bagikan