Waspada
Waspada » Eks Kiper PSMS Ditangkap Terlibat Narkoba
Headlines Olahraga

Eks Kiper PSMS Ditangkap Terlibat Narkoba

MANTAN Kiper PSMS Medan, Choirun Nasirin (kiri) ditangkap Badan Narkotika Nasional Provibsi (BNNP) Jawa Timur terkait kepemilikan narkoba. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Mantan kiper PSMS Medan musim 2019, Choirun Nasirin, ditangkap Badan Narkotika Nasional Provibsi (BNNP) Jawa Timur terkait kepemilikan narkoba.

Nasirin ditangkap di salah satu hotel di kawasan Sedati, Sidoarjo pada Minggu (17/5) dengan barang bukti 5,3 kg narkoba jenis sabu-sabu.

Terkait hal ini, Sekum PSMS Julius Raja mengaku terkejut dan memberi sinyal kekhawatiran. Bahkan, tidak menutup kemungkinan pasca-diberhentikannya liga akibat virus corona, manajemen akan langsung melakukan tes urine kepada pemainnya.

“Kita dapat kabar pagi tadi dan kita sayangkan kejadian ini. Tapi ini menjadi pelajaran buat kita agar lebih waspada dan bisa saja jika liga jadi digelar kembali kita sarankan untuk melakukan tes urine seluruh pemain,” ujar Julius Raja, Senin (18/5).

Dirinya berharap PSSI dalam hal ini operator liga turut serta memberikan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pemain yang akan berlaga dan memberikan sanksi keras jika terbukti terlibat penyalahgunaan narkoba.

“Harapannya dengan tertangkapnya pemain bola ini, LIB dan PSSI lebih respon dan segera bersikap dengan melakukan pengawasan ekstra agar ke depan tidak ada lagi pemain yang masih aktif di klub tapi kedapatan positif memakai narkoba,” ucapnya.

Julius juga menyayangkan kejadian tersebut. Selain memiliki prestasi, Nasirin yang kini berseragam PS Hizbul Wathan itu juga telah berkeluarga.

“Kita sangat menyayangkan aksi di luar lapangan yang dilakukan Nasirin. Selain punya prestasi dirinya juga telah berkeluarga dan kasihan dengan anak istrinya,” tukasnya.

Langsung Dipecat

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, manajemen PS Hizbul Wathan (PSHW) pun langsung memecat kiper Choirun Nasirin.

“Ini sudah menjadi keputusan manajemen dan dia dipecat dari PSHW karena terlibat narkoba,” ujar Presiden PSHW Dhimam Abror Djuraid, Senin.

Nasirin yang merupakan kiper senior tersebut pernah membela sejumlah tim di Liga 1. Dia ditangkap bersama sejumlah rekannya, yakni mantan pemain Persela Eko Susan Indarto, mantan Ketua Askot Jakarta Utara Dedi A Manik serta seorang sopir bernama Novin Ardian.

Setelah dilakukan pendalaman oleh BNNP, ternyata diperoleh fakta-fakta yang mengindikasikan adanya transaksi narkotika jenis methapethamin oleh Nasirin.

Dhimam Abror menegaskan, sebelum bergabung dengan PSHW, manajemen telah melakukan tes narkoba kepada semua pemain, termasuk Choirun Nasirin yang hasilnya semua pemain siap berlaga di Liga 2 tahun 2020 setelah dinyatakan negatif.

Kedua, kata dia, selama pandemik Covid-19, semua pemain berlatih secara mandiri di rumah masing-masing sehingga semua tindakan merupakan tanggung jawab pribadi.

Manajemen kemudian mengambil tindakan pemecatan setelah melakukan tabayyun atau klarifikasi dengan Choirun Nasirin.

“Dan yang bersangkutan mengakui sekaligus meminta maaf kepada manajemen, pemain, pelatih dan suporter PSHW,” kata pria yang juga doktor ilmu komunikasi tersebut.

Selain itu, lanjut dia, kejadian yang menimpa Choirun Nasirin merupakan perbuatan oknum, bukan mewakili tim PSHW.

“Dia (Choirin Nasirin) sudah menyampaikan permintaan maaf telah berbuat khilaf kepada perwakilan manajemen PSHW yang menemuinya. Dia menerima keputusan pemecatan dirinya,” tutur Abror.

Dengan keputusan ini, PSHW memutus kontrak Choirun Nasirin, termasuk tidak lagi menerima gaji sebesar 20 persen selama Liga 2 tahun 2020 dihentikan. (m33/ant/cnni)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2