Dimas Lampaui Target Manajemen PSDS - Waspada

Dimas Lampaui Target Manajemen PSDS

  • Bagikan
Waspada/Hotma Darwis Pasaribu

MODALNYA sebagai penjaga gawang untuk ke jenjang profesional didukung tinggi badan yang mumpuni, sehingga Muhammad Dimas tampak fantastis menutup lebar dan tingginya sasaran tembak si kulit bundar.

Keseriusan wujudkan impian sebagai penjaga gawang, Dimas masuki sekolah sepakbola lokal di Deliserdang tahun 2016. Pria berusia 21 tahun ini memilih posisi penjaga gawang karena memiliki tanggung jawab yang cukup besar dan perlunya kedisiplinan saat berdiri sebagai palang pintu pamungkas.

“Harapan tim cukup besar untuk seorang penjaga gawang,” kata Dimas saat ditemui jelang sholat Jumat (19/11). Menurutnya, seorang penjaga gawang memiliki peran yang berbeda dengan pemain lainnya, sehingga membuat keinginannya tampil sebagai sosok penjaga gawang yang benar-benar dapat memberi rasa percaya dari tim bagi dirinya.

Tahun 2017, anak Dusun I Tanjung Mulia Kecamatan Tanjungmorawa ini mulai debut di PSDS Jr. Terus berkiprah hingga di tahun 2019 dia dilirik oleh Tim Polres Deliserdang yang masuk dalam kancah Liga 3.

Tampil cekat reaksi cepat, akhirnya tim yang sudah punya nama di tingkat nasional, PSDS Senior membidik Dimas. Menggugurkan dari beberapa persaingan seleksi penjaga gawang  yang ada, Dimas sejak tahun 2020 hingga 2021 menjadi satu dari tiga kiper yang duduk di rombongan punggawa Traktor Kuning yang kini bercokol di Liga 3 Indonesia zona Sumut.

 Dari beberapa kali ujicoba PSDS jelang putaran Liga 3, Dimas besutan coach Darma Bhakti ini tampil prima dan terbilang nekad dalam kondisi man to man. “Jurus terakhir harus dilakukan jika lawan melampai barisan pertahanan Traktor Kuning,” ucap si bontot dari delapan bersaudara anak pasangan Lamidi dan Salamah ini.

 Di musim Liga ini, coach Syahrial bersama Darma Bhakti juga memberi kepercayaan kepada Dimas untuk tampil saat PSDS menggumpulkan koleksi 9 gol dari Kwarta pada Selasa l (16/11) di Stadion Mini Pancing, Medan.

“Kalau lihat Dimas ini teringat awak sama si Markus Horisson tinggi dan jangkung badannya pun mirip,” celetuk seorang penonton mengulas aksi rap-rap Dimas pada pemain Kwarta yang sudah menghujam pertahanan kotak 12 Traktor Kuning.

 “Resiko belakangan, yang penting aku harus ada usaha terakhir menyelamatkan gawang PSDS,” kata Dimas sejak usianya 10 tahun sudah mulai menyukai peran penjaga gawang.

 Dimas sangat mengidolakan penjaga gawang Timnas Belgia yang bermain di Real Madrid, Thibaut Courtois pemilik tinggi badan 2 meter dan untuk Indonesia dia menggandrungi penjaga gawang Bali United, Nadeo Argawinata.

 Ditanya apakah ada niat untuk berkiprah di klub-klub lain di dalam dan luar Sumatera Utara ? Dengan rasa fanatis yang sangat bangga Dimas menjawab, “Aku ingin memperkuat tanah kelahiranku Deliserdang.”   

 Jawaban Dimas ini menjadi kekuatan tersendiri bagi mesin Traktor Kuning. Banyak klub bola di Sumatera Utara yang bermain di Liga 3 dan tidak tertutup kemungkinan klub tersebut mengadopsi pemain luar Sumatera Utara bahkan dari luar Pulau Sumatera. 

 Pasukan Traktor Kuning anak Deliserdang sekitarnya, sehingga timbulkan satu rasa fanatisme kedaerahan yang cukup tinggi menambah kekuatan lebih bagi punggawa PSDS kalau saat bermain terkesan menyerbu musuh.

Lebih cinta daerah kelahiran pun membuat Muhammad Dimas ingin melampaui target pihak manajemen yang berkeinginan agar Traktor Kuning promosi dari Liga 3 ke Liga 2. “Sebagai anak Deliserdang aku mau PSDS naik ke kasta tertinggi liga sepakbola Indonesia. (Liga 1),” target Dimas. * Hotma Darwis Pasaribu

  • Bagikan