Waspada
Waspada » Dampak Pengunduran Piala Dunia U-20
Olahraga

Dampak Pengunduran Piala Dunia U-20

Kolom Olahraga Eddi Elison

FEDERASI Sepakbola Internasional (FIFA) telah menetapkan; pengunduran jadwal Kejuaraan Piala Dunia U-20 yang mestinya dilaksanakan tahun ini di Indonesia, menjadi tahun 2023, sebagai konsekuensi semakin merajalelanya petualangan Covid-19 menjelajahi 205 negara di dunia.

Untuk menghadapi Piala Dunia U-20 tersebut, PSSI sejak 2 tahun lalu sudah membina Timnas U-17 di dalam negeri dengan hasil menggembirakan dapat menguasai arena Asean.

Sesuai dengan peningkatan usia, sejak tahun lalu skuad Garuda Remaja tersebut ditingkatkan pembinaan dengan nama U-19.

Bukan saja digodok di dalam negeri, tapi selama 2 bulan di bawah pelatih eks Korea Selatan Shin Tae-yong, Garuda Muda di training camp di Kroasia dan Bosnia Harzegovina.

Selama berlatih dan berguru di kedua Negara tersebut, David Maulana dkk telah melakukan 10 kali laga ujicoba melawan Timnas beberapa negara yang seusia, seperti Bulgaria, Kroasia, Arab Saudi, Qatar, Bosnia dan klub-klub Zagreb dan Macedonia.

Hasil dari ujicoba tersebut memang belum menunjukkan Garuda Muda digjaya, namun seperti dilaporkan Tae-yong, ke-30 pemain yang diboyong ke Negara-negara tersebut telah memperlihatkan kemajuan, baik dalam penguasaan teknik perorangan, maupun tim, selain kemampuan mengadaptasi taktik dan strategi yang diterapkan pelatih.

Ketika Bagus Kaffa dkk berlatih di dua Negara Eropa tersebut sampai kembali ke Tanah Air, Piala Dunia U-20 masih diakui FIFA tetap dilakukan di Indonesia, sehingga PSSI menyusun program berikutnya ke Eropa dan Asia, yakni Belanda dan Korea Selatan. Sebelumnya pada Desember 2020 akan diikutsertakan dalam Toulon Tournament di Prancis.

Namun setelah FIFA memutuskan World Cup U-20 itu diundurkan pertengahan Desember 2020 lalu, sempat ada keraguan beberapa pihak. Yang pasti David Maulana dkk sudah dipastikan tidak mungkin lagi diturunkan pada Piala Dunia U-20 tahun 2023, mengingat usia ke-30 pemain sudah lewat 20 tahun.

Syukurlah keraguan pihak-pihak tertentu tersebut, setidak-tidaknya dapat “diatasi” pengurus PSSI dengan pernyataan Plt Sekjen Yunus Nusi; “Pembinaan pemain jalan terus, sebagai tanggung jawab pembinaan, demi menjaga keseimbangan mental dan psikologis pemain.”

Oleh karena itu, program latihan di Spanyol yang telah dipola sebelumnya diteruskan, bahkan minggu lalu skud Garuda Muda tersebut sudah berada di Negara Matador itu.

Diprogramkan selama berada di Spanyol terjadwal laga ujicoba sbb; 5 Jan.2021 vs Klub Gimnastic Tarrogona (mundur 7/1), tapi dalam daftar disebut 5/1 vs Lleida Esportiv; 11/1 vs Klub Sabadell di Kota Salou; 20/1 vs klub Ceutadi CE Futbol Salou dan 27/1 vs Timnas Arab Saudi. Penyusunan jadwal uji di hari/minggu pertama, tampaknya kacau, mungkin saja komunikasi yang tidak lancar, sehingga Direktur Teknik PSSI Indra Safri dan asisten pelatih Nova Arianto tidak mengetahuinya.

Bagi kita terjadinya jadwal ujicoba yang “simpang siur” itu hanyalah soal komunikasi, bisa jadi  terkendala soal bahasa. Yang penting adalah pelaksanaannya, siapa pun klub yang menjadi lawan Garuda Muda, sehingga kita dapat menakar sampai sejauhmana para pemain benar-benar dapat mengadaptasi serta menguasai apa yang diinginkan pelatih Shin Tae-yong. Pembuktiannya akan kita lihat pada David Maulana bertarung di Uzsbekistan nanti, saat mengikuti AFC Cup, Maret mendatang.

Suatu hal yang pasti, meskipun Piala Dunia U-20 mundur, pembinaan terhadap skuad Garuda Muda U-19 ini sama tidak boleh terhenti, apa pun kendala yang harus  dihadapi, termasuk pandemi Covid-19.

David Maulana dkk adalah calon pemain yang akan memberi nafas baru untuk Timnas Senior. Maklum, Timnas Senior itu selama ini bagaikan tak punya nama lagi, setelah Kompetisi Liga 1 dan 2 sampai saat ini belum dipastikan kapan dapat dimulai. #

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2