Waspada
Waspada » City Apes Akibat Cemas
Olahraga

City Apes Akibat Cemas

   LCFC

LONDON (Waspada): Perasaan cemas setelah skor seimbang, Minggu (Senin WIB), membuat Manchester City apes dipermalukan 2-5 oleh tamunya Leicester City pada matchday 3 Liga Premier 2020/2021.

Padahal dalam laga yang diwarnai hatrik striker Jamie Vardy (foto kiri) di Etihad Stadium itu, The City tampil sangat dominan. Mantan gelandang Leicester Riyad Mahrez bahkan sempat membawa Citizens unggul cepat menit keempat.

Namun pola permainan pasukan Pep Guardiola berubah kacau, setelah Vardy menyarangkan gol penyama kedudukan dari titik penalti menit 37. City pun dibobol lima gol yang untuk pertama kalinya terjadi pada laga ke-686 pelatih asal Spanyol itu.

“Mereka tak ingin bertanding. Mereka bertahan jauh ke dalam dan hanya menginginkan serangan balik,” papar Pep lewat BBC Sports, Senin (28/9).

“Mereka mencetak gol pertama sampai total tiga penalti, jadi itu sulit sekali bagi kami. Gagal menciptakan peluang membuat kami gugup dan cemas,” tambah mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich tersebut.

Absennya dua striker Sergio Aguero dan Gabriel Jesus karena cedera, membuat Manchester Biru seperti macan ompong sekalipun mendominasi penguasaan bola.

Sebaliknya pertahanan mereka rapuh dan kurang percaya diri, sehingga setiap kali Vardy merangsek maju setiap kali itu pula menciptakan masalah. Vardy mencetak dua gol dari penalti menit 37 dan 58, satu lagi dari finis lewat tumit menit 53. James Maddison (77’) dan Youri Tielemans (pen 88’), mempersembahkan dua gol terakhir The Foxes.

Pep menyesalkan hilangnya keseimbangan pasukannya. Citizens kemasukan lima gol dalam laga liga di kandang sendiri terakhir kali terjadi saat melawan Arsenal dengan skor 1-5 pada Februari 2003.

“Ini memang hasil yang berat, tetapi saya tidak akan menyerah. Saya akan mencari solusi agar tim ini stabil, kami pada tahap ini sebenarnya sedang mendominasi,” ucap Pep.

“Masalahnya kami memberikan tekanan ekstra pada diri sendiri untuk mencetak gol kedua dan ketiga. Kami harus lebih tenang, kami harus lebih sabar,” harapnya.

Kekalahan telak itu sekaligus mengakhiri perjalanan City 11 laga tanpa kekalahan di liga sejak musim lalu. Juga menjadi kekalahan pertama mereka dalam pertandingan pembukanya sejak keok 1-2 melawan Southampton pada 1989.

Vardy mengklaim Foxes berhasil mengacak-acak Citizens secara taktik sepanjang 90 menit. Kendati kalah dalam penguasaan bola dan terus dalam keadaan tertekan, anak asuh Brendan Rodgers (foto kanan) mulus melewati ujian.

“Hasil yang bagus, kami melawan mereka dengan taktis. Kami tahu ketika berhasil mendapat bola dan melewati tekanan mereka, kami bisa mendapat beberapa peluang,” beber bomber Inggris berumur 33 tahun tersebut.

Leicester pun memuncaki klasemen sementara dengan sembilan poin, unggul selisih gol dari Everton. Rodgers mengaku butuh waktu 13 tahun untuk bisa menciptakan tim seperti Leicester yang sekarang.

“Untuk mengalahkan ManCity, Anda harus berlari sekuat tenaga. Anda juga harus memiliki mentalitas dengan disiplin taktis yang bagus dan kecepatan serangan balik,” jelas mantan manajer Liverpool dan Swansea City itu.

“Kami tertinggal lebih dulu, mereka melakukan finishing yang brilian. Namun, kami menunjukkan ketenangan yang baik dengan penampilan dan hasil yang brilian. Saya membutuhkan waktu 13 tahun untuk bermain seperti itu,” pungkas Rodgers. (m08/bbc/rtr)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2