Ceferin Sempat Meragukan Madrid
Kepada Dua Pimpinan Koran

  • Bagikan
UEFA

ZURICH (Waspada): Presiden Konfederasi Sepakbola Eropa (UEFA) Aleksander Ceferin mengaku sempat meragukan kemampuan Real Madrid menembus final Liga Champions 2021/2022.

“Saya tidak ada masalah dengan Real, meski saat ini saya tidak menjalin komunikasi dengan manajemen klub. Tapi keberhasilan Real lolos ke final Liga Champions membuktikan betapa bersihnya kompetisi ini,” klaim Ceferin melalui AS, Rabu (18/5).

Madrid asuhan entrenador Carlo Ancelotti melalui laga sangat mendebarkan dan dramatis di babak perempatfinal dan semifinal. Los Blancos menundukkan juara bertahan Chelsea 3-1 di leg pertama perempatfinal, namun takluk 2-3 pada leg2 di Santiago Bernabeu, sehingga lolos dengan agregat 4-3.

Situasi hampir serupa terjadi lagi di semifinal. El Real sempat menelan kekalahan 3-4 kala menghadapi Manchester City di Stadion Etihad, namun membalikkan keadaan dengan keunggulan 3-1 di Santiago Bernabeu.

Toni Kross cs pun menembus partai puncak dengan keunggulan agregat 6-5. Luka Modric dan kawan-kawan selanjutnya melakoni reuni final 2018 menghadapi Liverpool yang pada laga semifinal lainnya mendepak Villarreal agregat 5-2.

“Saya sempat meragukan Real Madrid dapat menyingkirkan Manchester City di semifinal. Terutama setelah mereka menelan kekalahan di pertandingan pertama,” jelas Ceferin.

“Tapi jelas mereka punya sembilan nyawa seperti kucing. Mereka tim berpengalaman, namun menurut saya pertahanan mereka lemah,” papar pria Slovenia berusia 54 tahun tersebut.

Real akan menjajal final kontra Liverpool di Stadion Stade de France, 29 Mei mendatang. Ini ibaratkan ulangan final pada 26 Mei 2018 yang dimenangkan Madrid  dengan skor 3-1 dan diwarnai insiden bek Sergio Ramos mencederai Mohamed Salah, mesin gol Si Merah asal Mesir.

“Mereka mempunyai Karim Benzema yang luar biasa. Saya sudah beberapa kali mengatakan dia merupakan pemain hebat yang tidak dinilai tinggi dalam sejarah sepakbola,” ucap Ceferin.

“Luka Modric makin tua juga makin bagus. Tapi Liverpool mempunyai banyak pemain muda, namun mereka mempunyai pengalaman penting bertanding di final. Itu akan menjadi laga final yang sangat menarik,” katanya menambahkan.

Untuk final di Paris itu, Ancelotti kabarnya memberi pekerjaan khusus kepada gelandang Federico Valverde untuk lebih sering melepas tendangan jarak jauh. Itu diyakininya bisa menjadi senjata untuk membobol gawang The Reds yang bakal dijaga kiper Alisson Becker.

“Dia perlu memaksimalkan tendangan jarak jauhnya seperti yang telah dia lakukan lebih banyak dalam beberapa pertandingan terakhir,” papar Ancelotti.

“Saya pikir itu baik untuk Federico dan kami. Saya akan meminta dia untuk mencoba lebih banyak menembak dengan tendangan jarak jauh,” tambah mantan pelatih Paris SG dan Chelsea itu.

Ancelotti menegaskan, Valverde dan Rodrygo Goes akan tampil di final. “Mungkin mereka akan memulai dari awal atau mungkin tidak, tapi mereka pasti akan bermain,” tegasnya.

Ancelotti belum mau membocorkan secara spesifik bagaimana Los Blancos akan bermain di Paris. Tetapi dia hampir memastikan tetap memakai formasi favoritnya 1-4-3-3 yang musim ini telah menghasilkan trofi juara La Liga.

“Skema 4-3-3 terkadang bisa berakhir sebagai 4-4-2. Saya tidak berpikir ada sistem yang pasti, terkadang untuk menekan pivot, seperti yang kami lakukan melawan Man City,” kenang Ancelotti.

“Anda juga bisa beralih dari 4-3-3 menjadi 4-4-1-1. Idenya tidak banyak berubah, hanya saja caranya disesuaikan dengan lawan,” pungkasnya. (m08/as/fe)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.