Waspada
Waspada » Cedera Kambing Hitam Spurs
Olahraga

Cedera Kambing Hitam Spurs

Cedera Kambing Hitam Spurs
GAWANG Tottenham Hotspur yang dikawal kapten Hugo Lloris (kiri), kebobolan tiga gol di Red Bull Arena, Leipzig, Jerman.(The Sun)

LEIPZIG, Jerman (Waspada): Manajer Jose Mourinho menjadikan badai cedera yang mendera beberapa pemain intinya sebagai kambing hitam tersingkirnya Spurs yang finalis musim lalu di babak 16 besar Liga Champions 2019/2020.

Saat bertandang pada leg2 di Red Bull Arena, Selasa (Rabu WIB), Spurs tampil di bawah standar dan kalah 0-3 dari RB Leipzig. Klub peringkat tiga Bundesliga Jerman itu dengan demikian melaju mulus ke perempatfinal agregat 4-0, setelah menang 1-0 pada leg1 bulan lalu di Tottenham Hotspur Stadium, London.

“Tak ada yang bisa disalahkan ketika hampir di setiap laga kami mendapat cedera traumatis. Itu sepertinya selalu membuat pemain absen berbulan-bulan,” ratap Mourinho di laman resmi UEFA, Rabu (11/3).

“Itulah catatan kami musim ini. Memang ada masalah lain, tetapi catatan buruk dimulai ketika Hugo (Lloris) mengalami cedera pertamanya,” dalih mantan pelatih Manchester United, Chelsea, Real Madrid dan Inter Milan tersebut.

Gelandang Marcel Sabitzer yang menjadi bintang kemenangan Leipzig dengan sumbangan dua golnya menit 10 dan 21. Satu gol tim tuan rumah lagi disarangkan striker Emil Forsberg menit 87.

Spurs memang sering diterpa badai cedera musim ini, diawali dengan kiper utama sekaligus kapten Hugo Llosris. Setelah itu empat pilar penting menyusul tumbang, yakni Harry Kane, Moussa Sissoko, Son Heung-min dan rekrutan baru Steven Bergwijn.

“Sejak itu cedera datang bertubi-tubi. Saya tidak bisa menyalahkan pemain, mereka sudah memberikan segalanya,” tutur Mourinho.

Dia malah mengaku baru tahu bek tengah Davinson Sanchez tidak bisa tampil melawan Leipzig, hanya beberapa jam sebelum sepak mula leg kedua. Namun dia tetap memarkir bek sentral Jan Vertonghen di bangku cadangan dan menjadikan gelandang Eric Dier sebagai pengisi posisi Sanchez.

“Kami mempersiapkan laga ini dengan baik. Tiba-tiba beberapa jam sebelum dimulai, saya baru mengetahui Sanchez tidak bisa main,” jelas Mourinho.

“Itu sungguh buruk bagi semua orang dan saya pikir tidak seorang pun bisa mengatasi keadaan demikian,” tambah kolektor dua trofi Liga Champions ketika mengarsiteki FC Porto dan Inter Milan tersebut.

Terpuruk di Liga

Selain tersingkir dari Liga Champions, The Lilywhites pun terancam tidak bisa tampil di kompetisi antar klub Eropa paling bergengsi itu musim depan. Sebab Spurs kini terpuruk di urutan kedelapan klasemen Liga Premier dengan kemasan 41 poin dari 29 pertandingan.

“Ini menghancurkan. Kami memiliki kepercayaan sebelum laga, namun tidak mampu ditampilkan. Jika Anda tidak melaju, Anda akan dihukum dan berakhir kecewa,” sesal gelandang Dele Alli.

Sedangkan Leipzig mengukir sejarah buat kali pertama mencapai babak delapan besar Liga Champions. Pelatih Leipzig Julian Nagelsmann pun menjadi juru taktik termuda yang membawa timnya lolos dari fase gugur dalam usia 32 tahun.

“Kesempurnaan sulit dalam sepakbola karena Anda akan selalu melakukan kesalahan. Tetapi kami memiliki kendali di dua leg. Kontrol kami sedikit lebih baik dari laga pertama,” klaim Nagelsmann.

“Jika kami mendorong sedikit lagi, kami bisa mencetak lebih banyak gol. Namun tidak apa-apa, saya senang dengan 3-0. Kami benar-benar layak lolos ke babak berikutnya,” pungkasnya. (m15/uefa/bbc)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2