Bukti Queroz Menyesali Mimpi Mesir Berakhir

  • Bagikan
Goal

           

DAKAR (Waspada): Pelatih Carlos Queiroz (foto kiri), menyatakan mundur sebagai bukti penyesalannya gagal meloloskan Mesir ke putaran final Piala Dunia 2022 Qatar.

Pada laga leg2 playoff Kualifikasi Zona Afrika di Stadion Leopold Sedar Senghor, Dakar, Selasa (Rabu WIB), Mesir kalah adu penalti dari tuan rumah Senegal asuhan Aliou Cisse dengan skor 1-3.

“Sudah waktunya untuk saya menyerahkan posisi di Mesir kepada orang lain. Impian saya adalah mengantar Mesir ke Piala Dunia untuk kali kelima, tapi Cisse yang akhirnya lolos bersama Senegal,” jelas Queiroz.

“Pertandingan sudah berakhir. Sayangnya kami tidak lolos ke Piala Dunia,” sesal pria asal Portugal itu, seperti dikutip dari Goal, Rabu (30/3).

Sempat kalah di Kairo dengan skor 0-1 karena gol bunuh diri Saliou Ciss, Senegal menyamakan kedudukan di Dakar berkat gol bunuh diri gelandang Mesir Hamdi Fathi.

Senegal langsung mengambil inisiatif menyerang dan mampu mencetak gol menit keempat yang berawal dari tendangan bebas Idrissa Gueye.

Tendangan Gueye itu tidak mampu diantisipasi Fathi dengan baik, sehingga membuat bola masuk ke gawang Mesir. Gol bunuh diri Fathi mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Senegal.

Bigmatch yang mempertemukan dua mesin gol Liverpool itu, Sadio Mane (Senegal) dan Mohamed Salah (Mesir), mengalami kebuntuan hingga babak tambahan waktu. Skor agregat sama kuat 1-1, memaksa digelarnya drama 12 pas.

Ismaila Sarr, Bamba Dieng dan Sadio Mane, mampu melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai algojo Senegal. Sedangkan Mesir hanya menyelesaikan satu tendangan melalui Amr El Solia.

“Mimpi sudah berakhir dari lubuk hati saya. Terima kasih saya kepada Federasi Sepakbola Mesir atas kehormatan melatih tim nasional ini,” tutur Queiroz.

“Tak banyak kata untuk diucapkan, hanya kata yang manis kepada para pemain untuk penampilan mereka. Selamat buat Senegal,” tambah mantan manajer Manchester United dan Real Madrid tersebut.

Sukses Senegal menembus Qatar 2022 merupakan partisipasi kali ketiga sepanjang sejarah Piala Dunia, setelah sebelumnya mentas pada edisi 2002 Korea Selatan-Jepang dan 2018 Rusia.

Ghana, Kamerun, Maroko dan Tunisia juga mengamankan tiket putaran final, setelah mengalahkan lawan-lawan mereka pada leg2.

Kamerun tercatat berhasil mengalahkan Aljazair dengan agregat 2-2. Kamerun unggul agresivitas gol tandang setelah memenangkan pertandingan leg2 dengan skor 2-1 di Stadion Mustapha Tchaker, Bilda, Aljazair.

Tim tamu unggul lebih dulu melalui gol Eric Maxim Choupo-Moting pada menit 22 dan membuat pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Aljazair sempat membalas melalui sundulan Ahmed Touba menit 118. Tapi gol larut Karl Toko Ekambi menit 120+4 membuat pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Kamerun.

Keberhasilan lolos ke Qatar 2022 merupakan keikutsertaan Kamerun untuk kedelapan kalinya di Piala Dunia, setelah penampilan pada edisi 1982, 1990, 1994,1998, 2002, 2010 dan 2014.

Di Stadion Mohammed V, Casablanca, tuan rumah Maroko mengalahkan Republik Demokratik Kongo dengan skor 4-1.

Maroko menang berkat gol-gol yang dicetak Azzedine Ounahi menit 21 dan 54, Tarik Tissoudali menit 45+7 serta Achraf Hakimi menit ke-69. Kongo hanya memperkecil kedudukan pada menit 77 melalui gol Ben Malango dan tersingkir dengan agregat 2-5. (m08/goal/fifa)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.