Waspada
Waspada » Bangga Gultom Rasakan Sulitnya Tembus Tim Inti PSMS
Olahraga

Bangga Gultom Rasakan Sulitnya Tembus Tim Inti PSMS

Waspada/Arianda Tanjung

MEDAN (Waspada): Bisa bermain untuk PSMS Medan merupakan suatu kebanggaan bagi pesepakbola, khususnya yang lahir di Sumatera Utara. Hal itu pula yang dirasakan mantan pemain PSMS era 1980-an, Redly Sunarjo Bangga Gultom (foto).

Menurutnya, membela PSMS sebagai salah satu klub terkuat di zaman Perserikatan memang impian banyak pesepakbola, terutama yang berasal dari Sumut.

Namun sejak dulu untuk bisa bermain di skuad Ayam Kinantan bukanlah sesuatu yang mudah, karena sengitnya persaingan di setiap sektor.

“Saya bermain di posisi bek, bisa bek tengah, kiri, maupun kanan. Di setiap posisi itu saya harus bersaing dengan para pemain hebat seperti Ismail Ruslan, Mariadi, dan lainnya,” kata Bangga Gultom saat berbincang dengan Waspada, Selasa (15/12).

“Namun karena sulitnya masuk ke PSMS, justru menjadi motivasi bagi saya untuk terus berlatih. Jujur, saya sendiri beberapa kali mencoba ikut seleksi PSMS Junior dan baru pada tahun1977 bisa masuk,” kenangnya.

Bangga Gultom mengatakan dirinya membela PSMS sejak tahun 1977 hingga 1986 dan selama itu pula persaingan di tim utama sangat sengit. Dia bermain mulai untuk PSMS Junior hingga tim senior.

“Jadi pertama masuk PSMS itu di tim junior pada tahun 1977. Hanya setahun di junior langsung diberikan kepercayaan masuk tim senior, meski hanya sebagai cadangan saja,” katanya.

Ditanya momen yang tak terlupakan selama membela PSMS, Bangga mengakui saat skuad Ayam Kinantan berlaga di Merlion Cup, Singapura pada tahun 1984. PSMS bermain di event tersebut usai menjuarai Piala Perserikatan tahun 1983.

“Tidak bisa terlupakan itu, karena waktu di laga pertama dan kedua saya tidak dimainkan. Padahal saya sangat ingin bermain di level internasional. Lalu, ketika laga ketiga saya pun sudah pesimis bakal tidak main lagi. Lalu tiba-tiba dapat informasi saya bermain di tim inti dan itu menjadi kebahagaiaan tersendiri bagi saya,” ucap pensiunan Pertamina ini.

Selama membela PSMS, Bangga Gultom beberapa kali mempersembahkan prestasi seperti juara Perserikatan 1983 dan 1985. “Lalu menjuarai beberapa turnamen lainnya seperti Fatahillah Cup, Tugu Muda, dan Yusuf Cup,” bebernya.

Tak lupa di akhir perbincangan, Bangga Gultom berpesan agar para pemain PSMS untuk maksimal dalam membela tim. Karena kunci keberhasilan sebuah tim terletak pada pemain dan pengurus yang solid.

“Jadi memang tidak bisa dipungkiri juga, para pemain yang saat ini di PSMS bukan dari Sumut, sehingga sedikit banyaknya memengaruhi semangat dan daya juangnya. Namun begitu saja percaya dan yakin, ke depan PSMS bisa kembali berprestasi,” tutur Bangga. (m33)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2