Waspada
Waspada » Bangga 60.000 Fans Bakal Padati Wembley
Olahraga

Bangga 60.000 Fans Bakal Padati Wembley

        DW

LONDON (Waspada): Presiden Konfederasi Sepakbola Eropa (UEFA) Aleksander Ceferin mengaku bangga dengan kebijakan peningkatan kapasitas Stadion Wembley hingga menjadi 60.000 penonton untuk laga semifinal dan final Euro 2020.

Dia pun memuji kebijakan Pemerintah Inggris itu, karena sejalan dengan misi UEFA menjadikan Euro 2020 sebagai mercusuar gaya hidup baru sejak mewabahnya virus corona yang bermula dari Kota Wuhan di China.

“Turnamen ini telah menjadi mercusuar harapan untuk meyakinkan orang-orang bahwa kita kembali ke cara hidup lebih normal. Ini langkah lebih lanjut dalam misi itu,” ucap Ceferin (foto), seperti dikutip dari laman UEFA, Rabu (23/6).

“Ini jelas kabar baik bagi semua fans yang nantinya bisa menyaksikan tiga pertandingan terakhir Euro 2020 di Wembley,” tambah pria Slovenia berusia 53 tahun tersebut.

Dua laga semifinal dijadwalkan berlangsung 6 dan 7 Juli, sedangkan final dimainkan pada 11 Juli di stadion bersejarah Kota London itu. Para penonton nantinya boleh memasuki stadion dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

“Selama 18 bulan terakhir banyak memberi pelajaran, baik di dalam maupun di luar lapangan. Betapa suporter adalah bagian penting dari olahraga ini,” tutur tokoh kelahiran Kota Ljubjlana pada 13 Oktober 1967 itu.

“Turnamen ini menjadi cahaya harapan kepada masyarakat bahwa kita semua perlahan kembali pada kehidupan yang lebih normal. Ini merupakan langkah berikutnya,” tambah Ceferin.

Kabar ini setidaknya meredam rumor yang sempat beredar mengenai rencana pemindahan rangkaian laga semifinal hingga final dari Wembley ke Puskas Arena di Budapest. Pasalnya, stadion terbesar di Hungaria itu bisa diisi 67.000 penonton yang menjadi kapasitas Puskas Arena.

“Saya berterimakasih kepada Perdana Menteri Inggris dan jajarannya di pemerintahan atas kerja keras mereka memfinalisasi kesepakatan ini. Semoga ini membuat babak akhir turnamen sukses di Wembley,” harap Ceferin.

Di tengah hiruk pikuk di Puskas Arena, terdapat insiden tidak terpuji yang dilakukan oknum fans tak bertanggung jawab. Spanduk homofobia dibentangkan fans Hungaria dalam laga Hungaria vs Portugal.

Spanduk kontroversial juga terlihat pada pertandingan Hungaria melawan Prancis. Sekelompok fans berbaju hitam membentangkan spanduk penolakan aksi berlutut para pesepakbola sebelum kick-off yang merupakan kampanye gerakan Black Lives Matter.

Itu semua sepertinya tidak akdan terjadi di Wembley yang diizinkan memenuhi 75 persen kapasitasnya. Seluruh calon penonton harus menjalani pemeriksaan ketat, seperti memiliki hasil tes negatif Covid-19 atau bukti vaksinasi penuh.

Sebelumnya, Wembley diperbolehkan menampung hanya 22.500 suporter untuk tiga laga Inggris di Grup D. Juga pertandingan babak 16 besar antara Italia dan Austria pada 27 Juni, tetapi akan meningkat menjadi 40.000 di pertandingan babak 16 lainnya pada 29 Juni.

“Kami senang bahwa lebih banyak penggemar sekarang dapat berjalan melalui pintu putar Wembley dan menikmati final Euro 2020,” kata Oliver Dowden, Menteri Budaya Inggris.

“Ketika kami terus membuat kemajuan dalam upaya melonggarkan lockdown, menjaga keamanan publik tetap menjadi prioritas utama kami. Kami telah bekerja sangat erat dengan UEFA dan Federasi Sepakbola Inggris (FA) untuk memastikan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang ketat agar dipatuhi para fans,” tegas Dowden. (m08/uefa)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2