Waspada
Waspada » Bambang Usmanto Bangga 13 Tahun Bela PSMS
Olahraga

Bambang Usmanto Bangga 13 Tahun Bela PSMS

Waspada/Arianda Tanjung

MEDAN (Waspada): Mantan pemain PSMS Medan, Bambang Usmanto (foto), mengenang kebahagiaannya berseragam PSMS selama 13 tahun atau sejak tahun 1980 hingga 1993. Terlebih di saat itu, skuad Ayam Kinantan salah satu tim yang disegani di era Perserikatan.

“Yang jelas banggalah 13 tahun membela PSMS. Apalagi PSMS satu-satunya tim Perserikatan yang saya bela sepanjang berkarir di sepakbola,” ujar pemain yang berposisi gelandang bertahan ini saat berbincang dengan Waspada, Kamis (3/12).

Dikatakan, bukan tidak ada tawaran dari tim besar lainnya, seperti Pardedetex dan Pusri Palembang, tapi karena cinta dengan PSMS, semua tawaran itu dia tolak

“Untuk bergabung dengan PSMS bukan mudah. Harus benar-benar berlatih demi menunjukkan peforma yang baik kepada para pelatih. Nah itu yang membuat saya sedikit berbangga juga bisa terpilih menjadi pemain PSMS,” tambah Bambang.

Diakui Bambang, sejumlah prestasi sudah diraih bersama PSMS. Namun yang paling berkesan adalah saat menjadi juara Perserikatan tahun 1983. Karena di tahun itulah awal perseteruan PSMS dengan Persib Bandung dan PSMS memiliki sejarah yang manis.

“Kebetulan saya dapat kepercayaan turun di final dan PSMS menang lewat babak adu penalti. Itu kenangan yang luar biasa bagi saya. Lalu, saya main juga di final Marah Halim Cup tahun 1982 melawan tim Korea Selatan, meski akhirnya kalah 1-3,” kenangnya.

Di luar PSMS, Bambang berhasil membawa Sumut meraih medali emas sepakbola PON XII 1989 setelah mengalahkan Jatim 2-1 di partai final melalui perpanjangan waktu.

Tak lupa, dirinya juga bercerita sempat dipanggil seleksi Timnas Indonesia dua kali yakni pada tahun 1983 dan 1984. Hanya saja waktu itu sedang masa penyelesaian kuliah, sehingga tawaran tersebut ditolaknya.

“Karena kan waktu itu training camp timnas lama, bisa tiga hingga empat bulan. Makanya saya tidak terima dan lebih memilih fokus menyelesaikan perkuliahan saja di Fakultas Ekonomi USU,” ucapnya.

Bambang mengakui ketertarikannya bermain sepakbola berawal dari dukungan abang tertuanya dan memang ayahnya juga seorang pesepakbola kampung.

“Abang saya juga pesepakbola di PS Medan Putra. Dia bilang kalau kamu main di kampung saja, bagaimana mau berkembang. Makanya harus masuk klub dan saya akhirnya masuk ke klub pertama saya PS Tirtanadi Junior,” jelasnya.

Berkat penampilan apiknya di PS Tirtanadi, Bambang dipanggil ke PSMS Junior. “Tidak berapa lama di tim junior, saya akhirnya mendapat kepercayaan memperkuat tim senior pada tahun 1980,” ucap pensiunan Bank Mandiri ini.

Ditanya seputar PSMS saat ini, Bambang menilai beberapa tahun ini prestasi PSMS hampir bisa dikatakan tidak ada dan itu menimbulkan keprihatinan para mantan pemain PSMS, termasuk dirinya.

“Kalau boleh kasih saran, PSMS harus melakukan pembinaan yang baik dan benar serta memutar kompetisi secara rutin. Dengan adanya kompetisi, klub-klub di Kota Medan akan bergairah dan muncul pemain-pemain andal,” tegasnya.

“Kalau perkara bibit pesepakbola, di Kota Medan ini tidak usah takut, karena sangat banyak. Yang penting itu tadi, harus ada kompetisi yang rutin,” tuturnya.

Kepada pengurus PSMS yang diberi amanah, Bambang mengingatkan haruslah menjalankan amanah itu dengan baik dan penuh tanggung jawab. “Karena PSMS itu bukan milik pribadi, tapi milik warga Kota Medan,” katanya.

Bambang Usmanto pun mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah mendukung karirnya di sepakbola seperti Raja Amrul, mantan Ketua PS Tirtanadi. Ir Kumala Siregar selaku mantan Dirut Tirtanadi dan Abdul Hadi, mantan Direktur BBD. (m33)

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2