Waspada
Waspada » Aspirasi Khusus Terhadap ‘Piala ER’
Olahraga PSMS Medan

Aspirasi Khusus Terhadap ‘Piala ER’

TURNAMEN “Edy Rahmayadi Cup” 2020 (Piala ER) sudah berada di ambang pintu, yakni 5 hari lagi. Semua persiapan pun sudah selesai, baik izin PSSI Pusat maupun Polrestabes Medan.

Bahkan perangkat pertandingan (pengawas pertandingan, wasit dll) semua berasal dari Asprov PSSI Sumut, sehingga turnamen internasional ini akan tampil khas karya komunitas sepakbola Sumut. Diprakirakan dalam dalam 2 atau 3 hari ini, tim luar negeri yang diundang sudah mendarat di Medan.

Tampaknya klub dari Singapura, Geylang International tidak dapat memenuhi undangan Panpel, sehingga posisinya digantikan oleh Penang FA (Malaysia). Rencana pertandingan yang sudah ditetapkan tidak berubah, yakni l6/l Boeung Ket (Kamboja) vs Penang FC dan PSMS Medan vs Felda United (Malaysia), l8/l pertandingan final dua tim runner-up bertarung memperebutkan juara III, lantas malam harinya dua tim pemenang grup berjuang memperebutkan juara. Sang juara akan diundang kembali tahun depan.

Dilaksanakannya “Piala ER” pantas diberi aspirasi khusus, karena selain tujuannya sebagai usaha menghidupkan kembali “Marah Halim Cup” yang bersejarah dari l972 s/d l985. Sebagai catatan tentang “Piala Mahal”, bahwa awalnya turnemen tersebut diikuti hanya tim-tim dalam negeri (Perserikatan) yakni Persija, Persebaya, PSM Ujung Pandang (sekarang Makassar), Persema Malang dan PSMS. Tampil juara “Piala Mahal” l972 PSMS.

Berikutnya pada “Mahal Cup” l973 oleh operator yang dikendalikan Kamaruddin Panggabean (alm), mulai diundang klub-klub dari Birma (sekarang Myanmar), Thailand, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia, sementara dari dalam negeri Persija, Persebaya, PSM, Persiraja dan PSMS. Juara “Mahal Cup” II ini adalah Skuad Ayam Kinantan.

Dengan catatan tersebut di atas bisa disimpulkan, bahwa beda antara Turnamen “Mahal Cup” dengan “ER Cup” adalah jika “Piala Marah Halim” diawali dengan klub-klub dalam negeri, sebaliknya “Piala Edy Rahmayadi” begitu melangkah sudah menggunakan klub-klub luar negeri, meskipun bagi masyarakat Indonesia umumnya dan para pebola Medan khususnya, klub-klub peserta “ER Cup” 2020 ini sama sekali belum dikenal.

Selain itu, turnamen karya khas komunitas sepakboba Medan, karena l0 dari pemainnya yang berjumlah l8 orang adalah anak-anak Medan. Juga turnamen ini punya catatan khusus tentang persiapan PSMS yang akan berjuang kembali di Kompetisi Liga 2.

Pelatihnya Philep Hansen dan Isman Jasulmey telah aktif melatih. Persiapan tim PSMS ini agak berbeda dengan persiapan tim yang sebelumnya, karena para pemain sejak awal Desember 20l9 begitu langkah PSMS terhenti di babak terakhir Liga 2, mereka tetap menghuni asrama Kebun Bunga.

Para pemain berlatih dengan binaan tiga legenda eks pemain PSMS/PSSI, Nobon, Parlin Siagian dan Tumsila. (Trio NoParTum) ini betapa pun telah dapat membenahi tim sekira 90%, sehingga ketika Hansen dan Isman masuk, tinggal memantanpkan saja. Keberhasilan pemantanpan singkat ini terbukti lancar, setelah dalam ujicoba melawan tim Medan Utama menang 4-0.

Kita yakin dengan didampingi terus Trio NoParTum, skud Ayam Kinantan akan dapat berkokoh gagah dalam turnamen “Piala ER”, bahkan kemungkinan besar tampil juara.*

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2