Waspada
Waspada » Anggaran KONI Aceh Tamiang Wajib Ditambah
Olahraga

Anggaran KONI Aceh Tamiang Wajib Ditambah

KETUA DPRK Aceh Tamiang Suparianto, ST, dan Ketua KONI Aceh Tamiang M Ichsan saat membicarakan persoalan minimnya anggaran KONI yang di anggarkan dalam R-APBK tahun 2021. Waspada/Ist
KETUA DPRK Aceh Tamiang Suparianto, ST, dan Ketua KONI Aceh Tamiang M Ichsan saat membicarakan persoalan minimnya anggaran KONI yang di anggarkan dalam R-APBK tahun 2021. Waspada/Ist

KUALASIMPANG (Waspada): Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto, ST menegaskan, anggaran untuk KONI Aceh Tamiang wajib ditambah dan tidak memungkinkan induk dari organisasi olaharaga ini bisa bekerja maksimal dengan keterbatasan anggarannya.

“Apalagi KONI Aceh Tamiang selama ini tetap konsisten berupaya meningkatkan prestasi atlet, tentu keberhasilan tersebut tidak terlepas dari anggaran dan juga sesuai kemampuan APBK,” kata Suparianto kepada Waspada Rabu (25/11) melalui telepon.

Suprianto menegaskan kembali, dana untuk KONI harus ditambah, karena menjadi kewajiban kita bersama juga dalam mengembangkan olahraga atau cabang olahraga yang berada dibawah nauangan KONI Aceh Tamiang, terlebih anggaran ini untuk membina atlit secara baik maka daerah harus menambah anggarannya di APBK tahun 2021 dengan memperhatikan kemampuan daerah serta sesuai peraturan berlaku.

“Persoalan minim anggaran ini juga sudah kita dengarkan langsung dalam audensi Pengurus KONI yang berlangsung Rabu pagi di ruang kerja saya,” ucap Suprianto seraya mengatakan, banyak atlit yang merupakan putra-putri Aceh Tamiang yang telah mengharumkan nama daerah baik di tingkat propinsi maupun nasional, karena itu perlu perhatian terhadap atlit tersebut.

Menurutnya, sudah sepatutnya pemerintah daerah memperhatikan atlit yang telah berprestasi dan telah mengharumkan nama Aceh Tamiang.

“Jangan sampai ketika even olahraga saja mereka diperhatikan, tetapi setelah selesai even olahraga perhatian secara berkesinambungan juga sangat diharapkan,” sebut Suprianto.

Disampaikannya, jangan sampai akibat persoalan minimnya anggaran tersebut sehingga para atlit Aceh Tamiang yang sudah berprestasi hijrah ke daerah lain, apalagi di karenakan kurangnya perhatian pemerintah daerah.

“Solusinya penambahan anggaran pembinaan harus dilakukan,” tegas Suprianto sembari mengatakan, apabila ada penambahan anggaran KONI, maka diharapkan KONI dapat melakukan pembinaan atlit Aceh Tamiang secara berkelanjutan dan berkesinambungan.

Tetapi masih ada cara lain dalam menerobos ketika anggaran di APBK sangat terbatas, sebut Supariato dengan menerangkan seperti merangkul semua pihak membantu penganggaran seperti memanfaatkan dana CSR dari perusahaan, menggandeng pihak swasta yang konsen dalam dunia olahraga di Kabupaten Aceh Tamiang, apa lagi pihak swasta bisa menjadi sponsor.

“Adanya solusi ini tentu bisa merangkum anggaran untuk lebih efektif dengan tidak ketergantungan dengan APBK,” pungkas Suprianto.

Sementara itu, Muhammad Irwan anggota Panitia Anggaran (Panggar) DPRK Aceh Tamiang terkait hal ini, pihaknya menyayangkan terhadap minimnya anggaran untuk KONI Aceh Tamiang yang di plotkan cukup kecil.

“Bagaimana bisa KONI melalui Cabor meningkatkan ketrampilan para atlit tanpa dukungan anggaran,” ujarnya.

Irwan menilai, anggaran KONI Aceh Tamiang yang minim itu tentu tidak bisa berbuat banyak, coba di kalkusasi saja anggaran pembinaan saat ini di plotkan sebesar Rp 250 juta, kemudian dibagi untuk sejumlah Cabor, berapa di dapat per-Cabornya.

“Jangankan membeli fasilitas pendukung baik untuk latihan maupun mengikuti event, saya rasa biaya makan minum saja tidak cukup,” tutur politisi Partai Gerindra.

Karena itu, Irwan menyampaikan bahwa anggaran untuk KONI Aceh Tamiang minimal senilai Rp1 miliar.

“Kami di Dewan akan berupaya memberikan masukan terhadap persoalan ini kepada tim anggaran pemerintah daerah dan harapan kita anggaran KONI dapat bertambah sebelum APBK tahun 2021 diparipurnakan pengesahannya,” pungkasnya. (b15)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2