Alasan Utama Arsenal Kalah

  • Bagikan
BEK kiri Everton Ben Godfrey (kanan), mengganjal bek kanan Arsenal Takehiro Tomiyasu di Goodison Park, Liverpool. Football365

LONDON (Waspada): Everton kembali ke jalur kemenangan, Senin (Selasa WIB), setelah bangkit dari ketertinggalan untuk menekuk Arsenal dengan skor 2-1 pada matchday 15 Liga Utama Inggris.

Dalam duel di Stadion Goodison Park itu, The Toffees tertinggal lebih dulu akibat gol Martin Odegaard dan mendapati dua golnya dianulir oleh VAR. Namun Everton mampu bangkit melalui gol-gol Richarlison dan Demarai Gray.

Manajer Mikel Arteta dan Odegaard mengatakan, kalah agresif menjadi alasan utama kekalahan The Gunners di markas Toffees.

“Kami tidak cukup melakukan penetrasi atau ancaman. Mereka berjuang untuk menciptakan apa pun selain dari bola mati yang dianulir dan kami kalah agresif,” jelas Arteta.

“Tapi kami jauh lebih baik di babak kedua. Ketika Everton mulai mengendalikan dan lebih agresif dengan tekanan, kami punya ruang lebih besar untuk menyerang mereka dan memiliki beberapa peluang untuk melakukan kontrol,” katanya lagi.

“Ketika memimpin 1-0, Anda malah merasa takut untuk kehilangan kemenangan. Menurut saya itulah kesalahan yang kami lakukan hari ini,” timpal Odegaard lewat Sky Sports, Selasa (7/12).

“Kami mengejar gol kedua dan itu memang niatnya, tetapi kami tidak berhasil melakukannya di lapangan. Alasan ini sulit untuk diterima dan saya pikir secara umum kami tidak berada di level yang kami inginkan,” ratap gelandang serang asal Norwegia itu.

Kemenangan pertama dalam sembilan pertandingan terakhir itu membuat Everton besutan Rafa Benitez naik ke posisi 12 klasemen dengan koleksi 18 poin.

Sedangkan Arsenal yang menderita dua kekalahan beruntun, tertahan di urutan ketujuh dengan 23 poin.

Di bawah bayang-bayang kekalahan Derbi Merseyside pertengahan pekan lalu, Everton berusaha tampil agresif sejak menit awal. Tetapi pasukan Benitez baru bisa memanfaatkan peluang menit 44, saat Richarlison meneruskan bola tendangan bebas untuk mejebol gawang Gunners.

Namun gol itu belakangan dianulir, setelah VAR melakukan tinjauan dan memastikan Richarlison sudah lebih dulu terjebak offside.

Luka Toffees lantas digarami Odegaard yang tiga menit kemudian membawa Arsenal memimpin dengan sepakan volinya, menyelesaikan umpan silang kiriman Kieran Tierney hingga turun minum.

Menit 57 Richarlison kembali menyarangkan bola ke gawang Gunners, setelah memperdaya kiper Aaron Ramsdale dalam situasi satu lawan satu. Tetapi lagi-lagi VAR merusak selebrasi publik tuan rumah dengan menemukan offside tipis penyerang asal Brazil itu.

Dua kali golnya dianulir VAR tak membuat para pemain Everton patah arang. Menit 79 Richarlison sigap menyambar bola muntah hasil tembakan Gray yang sempat memantul mengenai mistar gawang demi membuat kedudukan imbang 1-1.

Kedua tim sepertinya akan berbagi poin hingga Gray menerima umpan dari Andre Gomes menit 90+2. Gray melakukan tusukan sebelum mengakhirinya dengan tembakan melengkung yang bersarang ke gawang tim tamu demi mengunci kemenangan 2-1 Everton.

“Kecewa karena pada akhirnya kami kalah setelah berjuang keras. Namun jujur di babak pertama kami sangat tidak konsisten dengan bola,” sesal Arteta. (m08/sky)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *