Waspada
Waspada » Aksi Osaka Hibur Azarenka
Olahraga

Aksi Osaka Hibur Azarenka

Scroll.in

NEW YORK (Waspada): Naomi Osaka mengakhiri impian Victoria Azarenka merebut gelar juara US Open dengan kemenangan 1-6 6-3 6-3, Sabtu (Minggu WIB), setelah sempat tertinggal satu set.

Kemenangan spektakuler ini mengokohkan Osaka (foto) sebagai pemimpin tenis, baik di dalam maupun di luar lapangan. Dia membuktikan predikat itu ketika beraksi menghibur Azarenka pasca laga final di New York tersebut.

“Saya sebenarnya tak mau lagi melawan Anda di final. Saya tak begitu menikmatinya,” kata Osaka kepada Azarenka sambil tersenyum saat seremoni piala, seperti dilansir Reuters, Minggu (13/9).

Tidak seperti kemenangan pertama petenis Jepang berusia 22 tahun itu pada final AS Terbuka 2018 atas Serena Williams yang dimainkan di Stadion Arthur Ashe yang gegap gempita, drama kali ini berlangsung sepi. Tiada penonton di bawah protokol kesehatan dan keselamatan pandemi virus corona yang ketat untuk mencegah penonton memasuki Billie Jean King National Tennis Center.

Namun minimnya hingar bingar penonton di seantero tribun tidak menghentikan kedua mantan petenis nomor satu dunia itu untuk menampilkan permainan memukau.

Manakala Osaka merengkuh gelar Grand Slam ketiganya, Azarenka malah untuk ketiga kalinya gagal menjuarai US Open. Petenis Belarusia berusia 31 tahun itu juga menjadi runner-up edisi 2012 dan 2013.

Ini kali kedua dalam dua pekan terakhir, Azarenka sang juara dua kali Australia Open dan Osaka bertemu dalam final. Keduanya bertemu di final Western and Southern Open pada 29 Agustus, namun Osaka mundur karena cedera hamstring.

“Bagi saya ini pertandingan yang sangat berat. Dan tentu saja sungguh menginspirasi saya,” jelas petenis Jepang berumur 22 tahun itu.

“Saya biasa menonton Anda bermain di sini ketika saya masih muda. Jadi punya kesempatan bermain melawan Anda adalah benar-benar hebat dan saya belajar banyak,” dalih Osaka.

Kedua finalis harus mengambil hadiah masing-masing dari meja yang diletakkan di lapangan, sementara semua orang berdiri sambil menjaga jarak sosial selama sesi wajib foto.

Selama dua pekan terakhir, Osaka muncul di lapangan dengan paha kiri terikat dan masker wajah bertuliskan nama-nama warga kulit hitam yang menjadi korban kebrutalan polisi atau ketidakadilan rasial di Amerika Serikat.

Untuk partai final, dia mencantumkan nama Tamir Rice, seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun yang ditembak oleh polisi pada 2014 ketika bermain dengan pistol mainan di playgound. (m08/rtr)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2