Akibat Pembangkangan Pemain Arsenal

  • Bagikan
TIT

LONDON (Waspada): Newcastle United membuat peluang Arsenal menembus Liga Champions mengalami pukulan telak, Senin (Selasa WIB), setelah mengalahkan mereka 2-0 pada matchday 37 Liga Utama Inggris.

Dalam duel di Stadion St James’ Park itu, gol bunuh diri bek Arsenal Ben White (foto) dan gol menit-menit terakhir yang dibuat pemain baru Bruno Guimaraes, memastikan kemenangan meyakinkan Newcastle.

Gelandang Granit Xhaka mengungkapkan, kekalahan ini terjadi akibat rekan-rekan setimnya melakukan pembangkangan terhadap instruksi manajer Mikel Arteta.

“Saya tak bisa menjelaskan kepada Anda apa alasannya. Tetapi kami tak melakukan apa yang menjadi rencana main kami, kami tidak mendengarkan pelatih,” sesal Xhaka, seperti dikutip dari Sky Sports, Selasa (17/5).

“Apa yang terjadi sungguh bencana. Kami tidak pantas bermain di Liga Champions atau bahkan Liga Europa. Saya tak tahu mengapa kami tidak melakukan apa yang diminta pelatih,” beber pemain asal Swiss tersebut.

Bencana itu membuat The Gunners yang mengoleksi nilai 66, terpaut dua poin di bawah Tottenham Hotspur yang menduduki urutan keempat klasemen. Keduanya sama-sama menyisakan satu pertandingan musim ini.

“Sulit mencari kata-kata yang tepat. Dari menit pertama hingga 90 kami tidak pantas berada di lapangan,” tegas Xhaka.

Tuan rumah mendominasi pertandingan sejak menit awal, namun baru mampu mencetak dua gol pada babak kedua. Diawali gol bunuh diri White menit 55 dan kemudian gol Guimaraes memanfaatkan buruknya benteng Arsenal menit 85.

Xhaka yang dicopot dari posisi kapten pada 2019, membantah bahwa kurangnya pengalaman menjadi masalah utama Gunners. “Jika orang tidak siap menjalani laga ini, tinggal saja di rumah. Ini bukan soal usia,” dalih gelandang berumur 29 tahun itu.

“Jika Anda gugup, diam di bangku cadangan atau tinggal di rumah. Anda membutuhkan orang-orang yang memiliki nyali untuk datang ke sini,” tambah Xhaka.

Dia mengakui laga itu salah satu yang terpenting musim ini, karena dampaknya langsung terhadap persaingan dengan Spurs di zona Liga Champions.

 “Kami merasa sangat mengecewakan orang-orang yang sudah datang ke sini. Maaf kepada mereka (fans), saya tidak punya kata lain,” ratap Xhaka.

“Ruang ganti sangat sunyi. Rencana permainan sungguh berbeda dengan apa yang kami lakukan selama 90 menit. Kami sudah menunggu selama enam tahun (untuk bermain dalam Liga Champions),” ujarnya lagi.

Gunners selanjutnya menjamu Everton yang tengah berjuang menghindari degradasi dalam pertandingan terakhirnya musim ini di Emirates Stadium, London, 22 Mei mendatang.

“Kami harus menundukkan kepala dan mengaku performa kami tidak mendekati standar yang dibutuhkan untuk Liga Champions. Mulai besok kami akan bersiap menghadapi Everton. Secara matematis masih memungkinkan,” papar Arteta. (m08/sky/espn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.