Aceh, Sumut Jangan Saling Curiga - Waspada

Aceh, Sumut Jangan Saling Curiga

  • Bagikan
DUDUK DARI KIRI: Sekum KONI Sumut Chairul Azmi, Ketum KONI Sumut John Ismadi Lubis, Waketum III KONI Aceh HT Rayuan Sukma dan Sekum KONI Aceh M Nasir Syamaun, foto bersama para peserta rapat koordinasi, Sabtu (5/6) sore. Waspada/Jonny Ramadhan Silalahi

MEDAN (Waspada): Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis meminta semua pihak di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara jangan saling curiga demi meraih trisukses sebagai tuan rumah bersama PON XXI Tahun 2024.

“Aceh-Sumut jangan saling curiga, justru harus selalu bersama. Supaya kita sama-sama meraih trisukses, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses pemberdayaan ekonomi rakyat,” tegas John Lubis.

Dia menekankan demikian dalam Rapat Koordinasi KONI Sumut dan KONI Aceh yang diselenggarakan Sekretariah Bersama (Sekber) PON XXI di Kantor KONI Sumatera Utara, Jalan Willem Iskandar II, Sabtu (5/6).

“Kita telah berjuang bersama untuk memenangkan bidding tuan rumah PON XXI.

Bila perlu kita latihan bersama, supaya sama-sama bisa berprestasi dan berhasil nantinya,” saran John Lubis.

“Ada cabang olahraga yang khusus di Aceh seperti misalnya tarung derajat, maka bantu Sumut. Begitu juga sebaliknya, Sumut punya cabor andalan wushu sanda, maka Aceh silahkan berlatih ke sini,” tambahnya.

Dalam rakor itu, John Lubis didampingi Waketum I KONI Sumut Prof Dr Agung Sunarno, Waketum II Sakiruddin, Waketum III Yanto Pasaribu, Sekum Chairul Azmi, Wasekum Mesnan dan Wakil Bendahara TP Sihombing. Juga para Kabid dan Wakabid Binpres, Organisasi serta Humas dan Media.

Sedangkan rombongan KONI Aceh dipimpin Waketum III HT Rayuan Sukma, Sekum M Nasir Syamaun dan empat unsur pengurus lainnya.

“Sampai sekarang patokannya PON masih tahun 2024, jadi kita harus terus berhitung secara cermat untuk sampai ke sana. Kita susun dari sekarang apa yang mau kita buat,” jelas John Lubis.

Ditambahkannya, Sekber sebelumnya hanya Aceh dan Sumut, namun belakangan

berkembang dengan melibatkan KONI Pusat.

“Sekarang kalau disingkat menjadi PAS (Pusat, Aceh dan Sumut). Untuk itu Sekber harus terus koordinasi dengan pilihan tempat di Jakarta, Aceh dan Sumatera Utara,” klaim mantan Ketua Harian Pengprov IMI Sumut tersebut.

Menurut HT Rayuan Sukma, Aceh tidak pernah curiga terhadap Sumut dan semoga begitu pula sebaliknya.

“Saya yakin inti yang dimaksud Pak John adalah Aceh-Sumut harus tetap kompak, karena kita juga sudah memecahkan rekor cabor yang akan dipertandingkan nantinya,” kata mantan Kadispora Aceh itu.

 

 

“Hari ini sudah ada 64 cabor dengan rincian 32 di Aceh dan 32 di Sumut. PON Papua cuma 37 cabor dan Jabar 2016 hanya 47 cabor. Maka sudah saatnya pula harus kita kunci ini supaya tidak tambah terus, baik cabor maupun nomor pertandingannya,” pinta Rayuan.

“Sebenarnya dari 64 cabor tadi, sudah hampir semua cabor masuk. Namun Aceh-Sumut harus punya narasi kuat untuk mempertahankan setiap kesepakatan yang diputuskan dalam rapat koordinasi,” timpal Prof Dr Agung Sunarno.

Sedangkan Chairul Azmi kembali mengingatkan tentang rekomendasi Aceh-Sumut sebagai tuan rumah harus lolos semua cabor dan nomor pertandingan. “Itu nanti akan sangat menghemat biaya, karena Aceh-Sumut tidak perlu ikut Pra PON,” tegasnya.

Koordinator Sekber PON XXI itu juga tak lupa mengingatkan lagi soal rekomendasi Aceh-Sumut digelar tahun 2025, karena pengunduran setahun PON Papua dan tahun 2024 akan menjadi tahun politik.

Saran John Lubis, Rayuan Sukma dan Chairul Azmi itu masuk sebagai bagian dari tujuh rekomendasi yang dihasilkan dalam rakor tersebut. Rakor yang sudah kelima kali digelar itu juga merekomendasikan Technical Delegate (TD) PON XXI bukan pengurus harian KONI Provinsi.

Juga merekomendasikan pencoretan cabor yongmodho karena bukan lagi olahraga prestasi di KONI Pusat dan cabor jet ski karena tidak ada kepengurusannya baik di Aceh maupun Sumut. (m08)

 

 

 

 

  • Bagikan