16 Pengkab/Pengkot Pertina Daftarkan Gugatan Ke BAORI

  • Bagikan
KETUA Pertina Asahan Donald Panjaitan melaporkan daftar gugatan ke BAORI. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Polemik cabor tinju Sumatera Utara belum berakhir. Ini ditandai dengan 16 Pengkab/Pengkot Pertina Se-Sumut resmi mendaftarkan gugatan ke Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI) pada Kamis (12/5).

Gugatan tersebut dibuktikan dengan adanya nomor register dari Kepanitraan Baori yang diterima 12 Mei 2022 oleh Panitra Baori Rina Wati SH MH.

“Kalau sudah bayar administrasinya berarti sudah didaftar perkaranya, sekarang tinggal tunggu saja panggilan dari BAORI kapan sidang perdananya dimulai,” kata Yanto Ziliwu SH MH selaku pengacara 16 Pengkab/Pengkot Pertina Se-Sumut saat dihubungi Kamis (12/5).

Gugatan ini dilakukan 16 Pengkab/Pengkot ini lantaran dinilai dalam Musorprov tersebut banyak terjadi pelanggaran sehingga harus dikembalikan pada regulasi yang ada.

Gugatan diterima Panitera Baori Reniwati SH MH dan satu minggu ke depan pihak-pihak terkait segera dipanggil mengikuti jalannya persidangan.

‘Ya minggu depan gugatan diproses dalam persidangan,” kata Yanto yang datang ke Baori bersama Ketua Pengkab Pertina Asahan Donald Panjaitan

Seperti diketahui bahwa Surat Keputusan (SK) Ketua Umum PP Pertina terkait pengesahan Pengprov Pertina Sumut yang memperkeruh polemik olahraga tinju di daerah ini

Sejumlah 16 kepengurusan Pertina Kota dan Kabupaten di Sumut pun bersikap tegas dengan keberatan dan menolak SK Ketua Umum PP Pertina terkait pengesahan kepengurusan Pengprov Pertina Sumut periode 2022-2026.

Ke-16 Pengkab dan Pengkot itu di antaranya Asahan, Labusel, Labuhanbatu. T. Balai,  Siantar, Simalungun, Palas, Labura, Dairi, Sergai, Madina, Sidimpuan, Batubara, dan Paluta.

Diketahui, PP Pertina mengeluarkan SK bernomor 08/tahun 2022 tentang Pengukuhan Personalia Pengprov Pertina Sumut 2022-2026. Namun, keabsahan SK yang dikeluarkan tanggal 25 April tahun 2022 dan ditanda tangani Ketua Umum Komarudin Simajuntak diragukan.

Pasalnya surat tersebut tak seperti lazimnya Surat Keputusan (SK) karena nomor SK itu tak menggunakan garing, bulan. “SK tersebut kami ragukan. Ini jelas ada permainan,” tegas Ketua Pertina Asahan Donald Panjaitan. (m33)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *