Waspada
Waspada » Wamenag: Ikhtiar Pendapatan Pajak Harus Lebih Maksimal
Nusantara

Wamenag: Ikhtiar Pendapatan Pajak Harus Lebih Maksimal

Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi (kiri).

JAKARTA (Waspada): Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa’adi mendorong agar zakat dan wakaf menjadi instrumen pendanaan penanggulangan kemiskinan dalam program kerja pemerintah serta penanggulangan dampak Pandemi Covid-19 yang kita hadapi pada saat ini.

Saat ini, potensi pengumpulan zakat secara nasional yaitu 233 triliun rupiah per tahun. Namun realisasinya hingga kini baru sekitar 10 triliun rupiah per tahun.

“Sehingga dibutuhkan ikhtiar yang lebih maksimal untuk meningkatkan pendapatan zakat,” ujarnya dalam siaran pers diterima di Jakarta, Selasa (21/7).

“Selain membantu darurat medis, diharapkan secara maksimal membantu rakyat kecil agar bisa memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga daya beli yang tertekan akibat Pandemi Covid-19,” ujarnya

Zakat, lanjut Zainut, merupakan solusi alternatif untuk penanggulangan kemiskinan, sebagai komplementer dari anggaran negara, baik dalam skala mikro maupun skala makro.

Pendayagunaan zakat secara konsumtif dan produktif bertujuan membangun suatu masyarakat yang hidup tolong menolong, mempunyai rasa solidaritas sosial yang tinggi dan sejahtera. Dana zakat dapat digunakan untuk membuka lapangan kerja baru dengan tujuan menampung fakir miskin dan pengangguran untuk peroleh kerja.

“Misalnya digunakan untuk membuka kursus-kursus latihan kerja dan keterampilan bagi fakir miskin agar kesejahteraan mereka dapat meningkat, atau untuk pembangunan sumberdaya manusia lewat jalur pendidikan agama dan keagamaan seperti pondok pesantren,” tandasnya.

Zainut Tauhid menambahkan bahwa sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) dalam mengembangkan moderasi beragama, maka perlu disinkronkan dan disinergikan dengan moderasi kesenjangan sosial ekonomi agar mencapai hasil yang diharapkan. Karena moderasi beragama bukan entitas yang berdiri sendiri dan bisa berjalan sendiri, tetapi beririsan dengan entitas lain, seperti kesejahteraan ekonomi dan ketahanan mental spiritual, dengan zakat, infak, sedekah dan wakaf menjadi instrumen untuk memoderasi kesenjangan sosial ekonomi melalui dana sosial keagamaan.

“Itulah substansi dari Surat Edaran Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembayaran dan Pendistribusian Zakat Sebagai Jaring Pengaman Sosial Dalam Kondisi Darurat Kesehatan Covid-19, yang dikeluarkan oleh
Kementerian Agama. Pendistribusian zakat harus dilakukan dengan prosedur pelayanan yang cepat, mudah dan aman serta sesuai ketentuan agama,” pungkas Zainut Tauhid.(j02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2