Waspada
Waspada » Wakil Ketua DPR Apresiasi Presidensi Indonesia Di DK PBB
Nusantara

Wakil Ketua DPR Apresiasi Presidensi Indonesia Di DK PBB

JAKARTA (Waspada) Wakil Ketua DPR RI Bidang Korpolkam Azis Syamsuddin mengucapkan selamat atas berakhirnya masa Presidensi Indonesia di Dewan Keamanan (DK) PBB untuk periode bulan Agustus 2020.

Dirinya mengapresiasi dan memberikan sebuah penghargaan atas upaya Indonesia memimpin berbagai sidang DK termasuk memfasilitasi tercapainya sejumlah kesepakatan antar seluruh anggota DK dan menghasilkan berbagai konsensus dan resolusi yang berguna bagi perdamaian dunia.

” Selama bertindak sebagai Presiden DK PBB, Delegasi Indonesia mampu memberikan kontribusi yang penting bagi kemajuan Diplomasi Indonesia, dengan tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip multilateralisme yang adil di kancah Internasional,” kata Azis Syamsuddin dalam keterangan persnya yang diterima wartawan di Jakarta , Jumat (4/9/2020).

Politisi Golkar itu mengatakan saat ini wajah ancaman yang dihadapi setiap negara dan bangsa bukan lagi negara lain, melainkan sesuatu yang melampaui dirinya seperti masalah perubahan iklim, kerusakan lingkungan hidup, krisis energi, dan masalah pandemic yang kita hadapi sekarang. 

” Semua masalah di atas mengancam kehidupan semua bangsa tanpa pandang bulu, dan solusinya tidak mungkin ditanggulangi sendiri oleh tiap bangsa. Tanpa semangat gotong royong, solidaritas, dan kerjasama multilateral, semua tantangan global itu akan sulit kita atasi” ujarnya.

Azis Syamsuddin menjelaskan bahwa Indonesia selaku Presiden DK PBB berhasil menjaga prinsip-prinsip multilateralisme dalam setiap sidang dan proses pengambilan keputusan di DK PBB.

Terkait adanya protes, penolakan dan veto dari suatu negara terhadap resolusi yang diusulkan oleh Indonesia, itu hal biasa dalam demokrasi dan kerangka kerjasama mulilateralisme.

” Tentunya hal ini mengharumkan nama bangsa dan patut kita apresiasi setinggi tingginya” tutupnya.

Seperti diketahui dibawah Presidensi Indonesia, DK PBB telah mengesahkan 4 resolusi seperti perdamaian di Lebanon, Perpanjangan mandat misi pemeliharaan perdamaian di Somalia, perpanjangan rezim sanksi di Mali serta mengenai personel penjaga perdamaian perempuan yang di prakarsai oleh Indonesia yang merupakan resolusi pertama dalam sejarah Diplomasi Indonesia di DK PBB dan di sponsori 97 Negara DK PBB. (J05)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2