Waspada
Waspada » Wabah Covid-19 di Indonesia Meluas, 96 Positif, 5 Meninggal, 8 Sembuh
Nusantara

Wabah Covid-19 di Indonesia Meluas, 96 Positif, 5 Meninggal, 8 Sembuh

JAKARTA (Waspada): Pemerintah melalui juru bicara khusus penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengakui, penyebaran virus corona saat ini semakin meluas. Daerah yang terkena wabah corona antara lain Jakarta, Bandung, Tangerang, Solo, Bali, Manado, Yogyakarta hingga Pontianak.

Jumlah pasien positif virus corona di Indonesia per Sabtu (14/3) bertambah sebanyak 27 orang menjadi 96 kasus. Dari jumlah 96 kasus itu, 8 di antaranya dinyatakan sembuh dan 5 orang meninggal dunia.

“Jadi ada 27 kasus baru, itu semua kita dapat dari hasil tracing masif,”ujar Achmad Yurianto yang akrab disapa Yuri, dalam jumpa pers di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (14/3).

Sehari sebelumnya, jumlah pasien positif corona di Indonesia tercatat 69 kasus.

Pemerintah juga telah melakukan perubahan metode pelacakan, dengan tidak lagi berbasis kasus. Yuri mengatakan saat ini pemerintah mengutamakan komunitas, agar orang-orang sehat tidak jatuh sakit.

Selanjutnya, tambah Yuri, pemerintah akan membentuk gugus tugas penanganan Covid-19. Hal ini perlu dibentuk agar ada sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, tidak ada overlapping.

Sejumlah Daerah Ambil Langkah Antisipatif

Sejumlah daerah mengambil langkah antisipatif untuk penanganan Covid-19. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, misalnya, memutuskan untuk menutup seluruh sekolah selama dua minggu ke depan. Penutupan sekolah terhitung sejak Senin, 16 Maret 2020.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 atau virus Corona di Jakarta. Sebagai gantinya, Anies meminta kegiatan belajar mengajar dilakukan melalui metode jarak jauh atau di rumah.

“Langkah ini diambil untuk menyelematkan seluruh warga DKI Jakarta,” kata Anies dalam konferensi persnya di Jakarta pada Sabtu (14/3).

Hal sama dilakukan Walikota Depok, Mohammad Idris juga meliburkan sekolah mulai tingkat TK sampai SMA sejak 16 sampai 28 Maret. Dia juga menutup pusat keramaian milik Pemkot Depok seperti alun-alun sampai waktu ditentukan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bahkan telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19. Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo usai rapat koordinasi penanganan virus Covid-19 di rumah dinasnya, Loji Gandrung, Jumat (13/3) malam mengatakan, Kota Solo sedang meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di seluruh sekolah selama status Kejadian Luar Biasa KLB virus covid-19 berlaku. Status tersebut dievaluasi setiap 14 hari sesuai masa inkubasi virus tersebut.

“Sekolah-sekolah tidak ada kegiatan dulu. Belajar di rumah,” kata FX Hadi.

Di tingkat perguruan tinggi, 16 kampus telah memutuskan perganrian sistem belajar tatap muka menjadi sistem belajar dalam jaringan (daring) atau kuliah online. Mahasiswa melakukan kuliah online dari rumah masing-masing.

Kampus yang telah menetapkan Surat Keputusan (SK) masing-masing rektor untuk kuliah online adalah:

1. Universitas Indonesia (UI)
2. Universitas Gadjah Mada (UGM)
3. Institut Teknologi Bandung (ITB)
4. Universitas Gunadarma
5. Universitas Multimedia Nusantara (UMN)
6. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)
7. Kalbis Institut
8. Binus University
9. Universitas Atmajaya
10. London School Public Relations (LSPR)
11. Universitas Yarsi
12. Universitas Pelita Harapan (UPH)
13. Telkom University
14. Universitas Tarumanagara (UNTAR)
15. Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI)
16. Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwadani, di Gedung Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Makassar, Sabtu (14/3) mengatakan, Kemdikbud telah menerima laporan dari masing-masing kampus yang mengubah kuliah menjadi kuliah online dari rumah.

Dia menyebut, untuk mengambil keputusan meliburkan kegiatan kampus Kemendikbud menyerahkan kewenangan kepada rektor masing-masing. Pasalnya, rektor maupun pihak kampus yang paling paham bagaimana kampus menghadapi wabah virus corona.

“Jadi kita serahkan sepenuhnya kepada kampus untuk mengambil kebijakan itu,” ujar Paris.

Meski demikian Kemdikbud memberi catatan khusus bagi kampus yakni tidak dalam rangka libur kuliah melainkan melaksanakan e-learning atau pendidikan jarak jauh (kuliah online).

“Ini bukan libur bukan lockdown,” tegas Paris.

Dia juga meminta agar perguruan tinggi tetap memberi kredit poin sesuai satuan kredit semester kepada mahasiswa dalam pembelajaran online ini. (dianw/)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2