Waspada
Waspada » UT Dan AFEBI Susun Bahan Ajar Daring Prodi Ekonomi dan Bisnis
Nusantara

UT Dan AFEBI Susun Bahan Ajar Daring Prodi Ekonomi dan Bisnis

Warek UT M Yunus (empat dari kanan) berfoto bersama Ketua DPN AFEBI, Suharnomo (empat dari kiri), usai kunjungan kerja terkait rencana penyusunan bahan ajar daring, di Kampus UT Pondok Cabe, Tangsel, Jumat (7/2).

TANGERANG SELATAN (Waspada): Universitas Terbuka (UT) bersama Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) siap kerjasama terkait pengembangan bahan ajar dalam jaringan (daring) untuk mata kuliah program studi (prodi) inti ekonomi dan bisnis. Rencananya ada lima prodi yang dinilai sangat kekinian dan sedang dibutuhkan pasar kerja, untuk segera disusun bersama.

Kelima prodi adalah Digital Bisnis, E Commerce, Kewirausahaan, Ekonomi Mikro dan Makro serta Cost Accounting.

AFEBI adalah persatuan para dekan fakultas ekonomi dan bisnis dari 76 PTN di Indonesia.

Ketua Dewan Pimpinan Nasional AFEBI yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, Suharnomo mengatakan, kerja sama dengan UT dinilai tepat karena UT adalah pelopor pembelajaran daring. UT terbukti berpengalaman dalam mempersiapkan bahan ajar mulai dari modul sampai ketersediaan teknologi yang bersifat massal.

Terlebih lagi, lanjut Suharnomo, ada kebijakan Merdeka Kampus dari Kemdikbud yang memungkinkan mahasiswa mengenyam pendidikan maksimal 2 semester atau 40 SKS di kampus lain. Hal ini makin memperlacar kerja sama antara AFEBI dan UT. Disamping itu, mahasiswa dari kampus di luar UT pun, akan mendapat pengalaman belajar dengan metode daring. UT mempersiapkan bahan ajar daring. Sementara AFEBI akan mempersiapkan konten-konten terbaik yang memang ekspert atau ahlinya banyak di AFEBI. Perkuliahan pun akan bersifat blended atau campuran antara kuliah tatap muka dan daring.

Ditambahkan Suharnomo, metode pembelajaran daring yang berkualitas, adalah salah satu upaya meningkatkan kualitas lulusan. Apalagi sudah ada aturan yang menyebutkan 55 persen lulusan prodi terakreditasi A, harus terserap pasar kerja.

“Makanya kalau sistem pembelajaran sudah daring, maka siapapun mahasiswa dapat melakukan kuliah lintas kampus mana saja. Ilmu yang diserap semakin bagus dan kemungkinan terserap pasar kerja makin tinggi,” tandas Suharnomo saat berkunjung bersama 15 anggota AFEBI ke kampus UT di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (7/2).

Wakil Rektor UT, M Yunus mengatakan, UT menyambut baik kerja sama dengan AFEBI. Kerja sama ini dipastikan akan sangat bermanfaat bagi seluruh mahasiswa yang ingin mengenyam pendidikan tinggi berkualitas, disamping akan menaikkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia.

“UT siap mengubah bahan atau konten pembelajaran terbaik yang disampaikan oleh AFEBI dalam sistem daring,” kata Yunus.

UT sudah dua tahun ini bekerja sama dengan 12 PT negeri dan swasta untuk menyiapkan bahan ajaran daring bagi Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) seperti Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan dan Pancasila. Kerja sama dilakukan lewat Program Mata Kuliah Mandiri (PMKM).

“Untuk prodi mata kuliah inti seperti bidang ekonomi dan bisnis ini, baru akan dimulai dengan AFEBI. Ini kerja sama yang saling menguntungkan bagi dua belah pihak,” kata Yunus.

Yunus mengaku UT telah siap.juga dengan teknologi dan jaringan yang kuat apabila prodi kekinian dalam bidang ekonomi ini nantinya banyak diminati.

“Selama dua tahun mengelola PMKM ini, lancar saja. Mahasiswa luar kampus UT yang ambil bagian mencapai 6 ribu orang dan serber tetap aman meski ada lebih dari 50 ribu dari 350 ribu mahasiswa UT yang sama-sama menggunakan kuliah daring,” kata Yunus.

Baik UT maupun AFEBI sama-sama menargetkan penyusunan bahan ajar daring bagi 5 prodi ekonomi bisnis berbasis digital ini akan selesai akhir Desember 2020.

“Di semester baru pada awal 2021 nanti kita sudah bisa tawarkan ke mahasiswa yang mau belajar di UT,”kata Yunus. (dianw)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2