UNESCO Nobatkan Jakarta Sebagai Kota Sastra

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Senin (8/11) lalu menjadi saat bersejarah bagi Kota Jakarta. Kota berpenduduk hampir 11 juta jiwa itu dinobatkan sebagai Kota Sastra oleh UNESCO.

Jakarta juga menjadi salah satu dari 49 kota di dunia yang masuk dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network, UCCN). Dengan masuknya 49 anggota baru, maka jumlah kota yang masuk dalam UCCN adalah 295 kota yang berada di 90 negara.

Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Ismunandar mengatakan, dengan masuknya Jakarta sebagai Kota Sastra dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO, maka Indonesia sudah punya empat kota yang masuk dalam jejaring UCCN.

Empat kota tersebut adalah Pekalongan sebagai Kota Kriya dan Seni Rakyat yang dinobatkan pada 2014; Bandung sebagai Kota Desain yang dinobatkan pada 2015, Ambon yang dinobatkan sebagai Kota Musik pada 2019 serta kini Jakarta sebagai Kota Sastra.

“Harapannya, Jakarta seperti halnya tiga kota lain yang telah tergabung dalam UCCN, dapat menjalin kerja sama dengan dan antarkota untuk pembangunan kota yang berkelanjutan,” tutur Ismunandar, dalam keterangan pers, Jumat (12/11).

Tolok ukur penilaian Kota Sastra dilihat dari sisi kualitas, kuantitas, dan keragaman penerbitan dan program pendidikan yang berfokus pada sastra baik di dalam atau luar negeri untuk jenjang pendidikan tingkat dasar, menengah, dan tinggi di kota tersebut.

Selain itu, aspek sastra, drama, dan/atau puisi juga dinilai sejauh mana peranannya di kota tersebut. Sejauh mana penyelenggaraan dan promosi acara dan festival sastra di dalam dan di luar negeri. Seperti bagaimana perpustakaan, toko buku, dan pusat kebudayaan publik atau swasta berperan dalam melestarikan, mempromosikan, dan menyebarluaskan sastra di dalam dan luar negeri.

Kemudian, bagaimana keterlibatan dunia penerbitan dalam menerjemahkan karya sastra dari berbagai bahasa nasional dan sastra asing serta sejauh mana keterlibatan media tradisional maupun modern dalam mempromosikan sastra dan memperkuat pasar produk sastra.

Jejaring kota kreatif UNESCO mencakup tujuh bidang kreatif, yaitu: Kriya dan Seni Rakyat, Seni Media, Film, Desain, Gastronomi, Sastra dan Musik. Jejaring Kota Kreatif adalah mitra istimewa UNESCO yang tidak hanya sebagai platform untuk merefleksikan kreativitas pendorong pembangunan berkelanjutan tetapi juga sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai tindakan dan inovasi, terutama untuk implementasi Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan.(J02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *