Waspada
Waspada » Tradisi Amok Destruktif, Dan Menang Sendiri, Hambat Kemajuan Bangsa.
Nusantara

Tradisi Amok Destruktif, Dan Menang Sendiri, Hambat Kemajuan Bangsa.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (Waspada/Ist)

JAKARTA (Waspada) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan refleksi kritis mengapa di suatu negara besar seperti Indonesia dengan rekam jejak peradaban yang luar biasa masih diwarnai tradisi amok, destruktif, mau menang sendiri, dan berbagai hal negatif lainnya yang hambat kemajuan bangsa.

“Akar seluruh persoalan adalah pendidikan budi pekerti, disiplin, dan keteladanan,” kata Hasto Kristiyanto,Sekjen DPP PDIP sebagaimana dikutip dari relisnya yang diterima wartawan, Minggu (11/10) di Jakarta.

Hasto menegaskan, pendidikan itu meningkatkan derajat keadaban suatu bangsa. Pendidikan itu berbudi pekerti, penuh semangat kemajuan bagi bangsanya. Pengetahuan harus diamalkan untuk kemanusiaan.

Karena itulah, lanjut Hasto, PDIP sangat prihatin atas kecenderungan terjadinya perusakan sarana publik ketika demo berlangsung.

“Anarko telah hadir dengan segala kepentingannya untuk merusak tatanan peradaban, merusak fasilitas publik, kedepankan budaya anarkis, serta tidak percaya pada pemerintahan yang sah. Jadi kami heran, ada kepala daerah yang tenang-tenang melihat fasilitas publik milik rakyat dirusak oleh kelompok Anarko” katanya

Dia mengingatkan demokrasi Indonesia dibangun sebagai mekanisme penyelesaian konflik guna membangun konsensus.

“ PDIP sekali lagi menegaskan bahwa suatu undang-undang di dalam prakteknya akan ditentukan semangat penyelenggara negaranya.

Menurut Hasto saatnya kini mengedepankan energi positif bagi bangsa.

“Pemilu masih tahun 2024. Mereka yang begitu berambisi menghadap kekuasaan Pemerintahan, jangan pakai model provokasi rakyat. Pakai cara gentlement dengan menggalang rakyat, bersaing secara fair, untuk pemilu yang akan datang, paparnya

Hasto pun menyerukan agar saat ini, kita berikan kesempatan Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin untuk menjalankan tugas bagi bangsa dan negara, dengan sebaik-baiknya.

“ Evaluasi kepemimpinan itu melalui Pemilu, termasuk bagi Parpol pengusungnya,” tukas
Hasto Kristiyanto (Irw/J05)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2