Waspada
Waspada » Terkait Investasi Miras , F-PAN Di DPR -RI Desak Perpres No. 10/2021 Dikaji
Nusantara

Terkait Investasi Miras , F-PAN Di DPR -RI Desak Perpres No. 10/2021 Dikaji

Saleh Partaonan Daulay (kiri) saat jadi pembicara pada diskusi ‘Dialektika Demokrasi’ di  Media Center DPR RI Jakarta, (Waspada/dok)

JAKARTA (Waspada ) :
Fraksi Partai Amanat Nasional mendesak pemerintah segera mengkaji dan mereview Peraturan Presiden ( Perpres)No. 10/2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Pasalnya, di dalam Perpres tersebut terdapat pasal-pasal yang mengatur investasi minuman keras (miras) di beberapa provinsi tertentu.

Pasal-pasal tersebut sangat potensial menimbulkan polemik dan keresahan di tengah masyarakat.

“Harus direview dan dikaji serius. Saya yakin betul bahwa manfaat dari investasi dalam bidang industri miras sangat sedikit. Sementara mudaratnya sudah pasti lebih banyak”, ujar Saleh Partaonan Daulay, Ketua Fraksi PAN DPR RI, dalam keterangannya yang diterima Waspada, Minggu (28/2) di Jakarta.

Kalau perlu, sebut wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatra Utara II ini,
Perpres tersebut segera direvisi. Pasal-pasal tentang mirasnya harus dikeluarkan.

Kalau dikatakan bahwa investasi miras hanya diperbolehkan di beberapa provinsi, menurut anggota Komisi IX ini pertanyaannya apakah nanti miras tersebut tidak didistribusikan ke provinsi lain? Sedangkan sekarang saja dimana belum ada aturan khusus seperti ini, perdagangan miras sangat banyak ditemukan di tengah masyarakat. Dengan perpres ini, tentu akan lebih merajalela lagi.

“Selain itu, juga sangat dikhawatirkan akan maraknya miras oplosan, ilegal, dan palsu. Miras oplosan, ilegal, dan palsu ini dikhawatirkan akan beredar di luar provinsi yang diperbolehkan dalam perpres. Ini sangat sering terjadi. Aparat kepolisian dan BPOM sudah sering menangkap para pelakunya, ujarnya.

Adalah fakta, katanya bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menolak miras. Pasalnya, miras dikhawatirkan dapat memicu tindakan kriminalitas.

Para peminum miras sering melakukan kejahatan di luar alam bawah sadarnya. Pengaruh minuman memang sangat tidak baik. Kalau sudah kecanduan, sulit untuk menormalisasikannya kembali.

Kalau alasannya untuk mendatangkan devisa, menurut Ketua DPP PAN ini pemerintah perlu menghitung dan mengkalkulasi ulang. Berapa pendapatan yang bisa diperoleh negara dari miras tersebut. Lalu, bandingkan dengan mudarat dan kerusakan yang mungkin terjadi akibat miras tersebut.

“Saya menduga, devisanya tidak seberapa, tetapi kerusakannya besar. Ini cukup termasuk ancaman bagi generasi milenial yang jumlahnya sangat besar saat ini”.tukas Saleh Partaonan Daulay, yang juga Wakil Ketua MKD,DPR RI ini. (JO5)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2