Forum Anak Indonesia, Suara Pelopor dan Pelapor - Waspada

Forum Anak Indonesia, Suara Pelopor dan Pelapor

  • Bagikan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga

JAKARTA (Waspada): Sejak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sampai di Indonesia awal 2020 lalu, tak pernah terbayangkan efeknya akan sedahsyat ini. Tak hanya aktivitas sosial ekonomi yang terhambat, dunia pendidikan pun ikut merana.

Anak-anak, demi keselamatan jiwanya, harus belajar dari rumah. Kegiatan belajar di sekolah, dihentikan. Kini, pandemi Covid-19 sudah bercokol hampir 1,5 tahun dan malah makin menunjukkan lonjakan kasus yang signifikan. Klaster keluarga mengemuka. Anak-anak yang sempat berharap kembali ke sekolah, nampaknya pupus.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga dalam webinar bersama forum anak Indonesia dan  Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr Aman Pulungan, belum lama ini, mengaku sangat prihatin dengan semakin banyaknya anak-anak yang tertular Covid-19. Merespon data IDAI yang menyatakan ada 12,5 persen penularan Covid-19 pada anak-anak, Bintang meminta agar orang tua dan lingkungan benar-benar serius memerhatikan hal ini. Klaster keluarga, sesungguhnya dapat dicegah apabila anak-anak dan remaja, sama-sama diajak berdiskusi.

Anak-anak, khususnya remaja, perlu diberi sosialisasi pentingnya menjaga dan melindungi keluarga, dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan saat ke luar rumah.

Anak-anak dan remaja ini harus diajak duduk bersama dan diberi penjelasan sebaik mungkin sesuai usianya, untuk sama-sama dengan orang tuanya menjalankan prokes.

“Para anak dalam ikatan Forum Anak ini, misalnya,  bisa berperan serta menjadi pelapor dan pelopor di masyarakat,” kata Bintang.

Aman Pulungan, mengakui kalau remaja, adalah generasi yang sulit berinteraksi dengan orang tua. Mereka lebih percaya teman sebaya (peer group) ketimbang orang tuanya. Karena itu, dia sependapat dengan Menteri PPPA, bahwasannya anak dapat saling menasehati dalam upaya pencegahan Covid-19.

“Forum anak KPPPA ini dapat menjadi sarana untuk menghimpun suara anak dalam pencegahan Covid-19,” ujar Aman.

Aman lantas menyebutkan tingginya kasus Covid-19, disebabkan mutasi virus makin kuat. Karenanya tidak ada jalan lain melawannya, selain harus berpikir jauh lebih cerdas dari virus. Dan remaja yang cerdas, adalah remaja yang dapat mengalahkan virus dengan menaati aturan prokes.

“Lebih cerdas lagi kalau tindakannya menginspirasi teman-temannya. Jika tidak terpaksa, janganlah keluar rumah. Sayangi orang tua dan saudara yang di rumah, jangan sampai pulang dari bermain, malah membawa virus,” ujar Aman.

Sejumlah remaja dalam dialog tersebut mengaku siap menjadi pelopor dan pelapor bagi upaya pemerintah meminimalisir angka penularan Covid-19 pada anak-anak.

“Saya penyintas Covid dan saya berharap teman-teman tidak mengalami hal seperti saya. Sangat tidak enak kalau badan kita lemas dan tidak ada rasa di indera perasa kita,” tandas anak dari Forum Anak Makassar. (J02)

  • Bagikan