Simpul 98: Serangan Kepada Jaksa Agung Adalah Koruptor Fight Back - Waspada

Simpul 98: Serangan Kepada Jaksa Agung Adalah Koruptor Fight Back

  • Bagikan
Mangapul Silalahi, S.H, (Ist)

JAKARTA (Waspada): Lembaga Simpul 98 menilai tudingan personal kepada Jaksa Agung ST Burhanudin oleh beberapa kelompok sebagai serangan balik koruptor. Tudingan personal kepada Jaksa Agung ST Burhanudin bergulir begitu dia menyoroti kasus korupsi yang terjadi di Jiwasraya dan Asabri yang saat ini sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung. Dalam kedua kasus itu ST Burhanudin mengatakan dia sangat prihatin korupsi yang terjadi di kedua lembaga asuransi itu mengakibatkan kerugian negara yang sangat besar. Kerugian negara yang ditimbulkan adalah Rp 16,8 triliun dari Jiwasraya dan Rp 22,78 triliun dari Asabri.

Simpul 98 sebagai lembaga pemerhati masalah hukum memandangnya sebagai serangan balik koruptor terhadap Jaksa Agung ST Burhanudin. Diketahui bahwa Jaksa Agung sedang mengkaji penerapan hukuman mati bagi koruptor Asabri dan Jiwasraya. Selain dua kasus besar tersebut Jaksa Agung juga akan segera menyidik kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu. “Kerja kerja besar penegakan hukum oleh Jaksa Agung hari ini tentu membuat banyak orang gelagapan. Untuk itu mereka melakukan serangan personal terhadap Jaksa Agung. Kami mengingatkan kepada Jaksa Agung untuk jangan mundur selangkahpun dalam melakukan penegakan hukum karena barisan dan kekuatan rakyat bersama Jaksa Agung,” ujar Ketua Umum Simpul 98 Mangapul Silalahi, dalam keterangannya di Jakarta Kamis (25/9).

Menurut Mangapul, langkah Jaksa Agung dalam penegakan hukum selain penyidikan pelanggaran HAM Berat dan rencana realisasi hukuman mati bagi koruptor, Jaksa Agung juga sedang gencar membasmi mafia tanah dan Pelabuhan.

“Kerja Jaksa Agung ini besar untuk menuntaskan berbagai problem mendasar di republik. Itu semua berakibat pada serangan balik, untuk itu kami mengingatkan untuk jangan ragu hukum mati Benny Tjokro dan Heru Hidayat dalam Kasus Asabri dan Jiwasraya, Selesaikan kasus pelanggaran HAM berat dengan cara yudisial dan basmi mafia tanah dan pelabuhan, ” ungkap Mangapul Silalahi.

Dalam keterangannya, sebelumnya diketahui Komite Jaga Adiyaksa telah melakukan aksi dibeberapa tempat meminta untuk mencopot Jaksa Agung. Simpul 98 mengecam keras aksi tersebut karena hal itu dipandang sebagai serangan balik koruptor dalam penegakan hukum.

Jaksa Agung ST Burhanudin sendiri disebut-sebut sedang melakukan kajian untuk menerapkan hukuman mati agar supaya terjadi rasa keadilan dalam penuntutuan perkara yang menjadi keprihatinannya.(j04)

  • Bagikan