Waspada
Waspada » Semangat Resolusi Jihad Sekarang Untuk Melawan Kebodohan Dan Kemiskinan.
Nusantara

Semangat Resolusi Jihad Sekarang Untuk Melawan Kebodohan Dan Kemiskinan.

JAKARTA (Waspada) Di hadapan ratusan warga Pamulang, Kabupaten Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menegaskan bahwa bangsa Indonesia lahir dari hasil perjuangan para pahlawan yang melawan penjajah dan diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.
 
Lebih lanjut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam acara Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang lebih dikenal dengan Empat Pilar MPR di Pondok Pesantren Daarul Hikmah, Pamulang Barat; Senin (19/10), menguraikan di awal kemerdekaan, bangsa Indonesia, selain memiliki Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal TNI; di tengah masyarakat juga ada laskar-laskar.
 
Meski Indonesia sudah merdeka, namun, lanjut pria yang akrab dipanggil Gus Jazil ini, Belanda lewat tangan Inggris ingin menguasai kembali Indonesia melalui Surabaya.

Keinginan Belanda dan Inggris yang ingin kembali menjajah Indonesia, menurut Jazilul Fawaid direspon oleh para ulama, yakni Rais Akbar NU Hadratus Syaikh KH Hasyim Asya’ri, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan ulama besar lainnya dengan mendeklarasikan Resolusi Jihad, 22 Oktober 1945.

Dalam resolusi tersebut, jelasnya mewajibkan ummat Islam, laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang sudah akil baliq, yang berada dalam radius 94 km,
wajib hukumnya dengan atau tanpa mengangkat senjata untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan laga.

“Diserukan melakukan jihad di medan pertempuran,” ungkapnya.

Pada waktu itu katanya musuhnya jelas, yakni Belanda dan Inggris.
 
Hari di mana Resolusi Jihad diserukan, itulah menurut pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dijadikan oleh Pemerintah menjadi Hari Santri, yakni tanggal 22 Oktober.

Hari Santri, makna dan momentnya, dikatakan oleh alumni PMII itu tidak terlepas dari Empat Pilar.

Saat ini kita hidup dalam masa kemerdekaan berkat perjuangan seluruh komponen masyarakat, ulama, dan santri. Masa kemerdekaan merupakan sesuatu nikmatnya rasanya luar biasa.

“Saat ini kita nikmati hasil perjuangan para pahlawan,” paparnya.

Dirinya mengajak semua elemen bangsa untuk mengisi kemerdekaan. Mengisi kemerdekaan dikatakannya sebagai melanjutkan warisan para pejuang, ulama, dan santri.
 
Di hadapan peserta sosialisasi yang mayoritas warga NU, diungkapkan Resolusi Jihad merupakan bentuk kepedulian dari seluruh ummat Islam.

“Untuk itu Hari Santri menjadi hari bagi semua ummat Islam,” paparnya.

Semangat Hari Santri mampu memperkokoh Indonesia. Resolusi Jihad juga merupakan wujud dari kepedulian ummat Islam bagi keberlangsungan bangsa Indonesia.

“Jadi jangan dibentur-benturkan antara agama dan negara,” ucap Gus Jazil .

Santri, dikatakan merupakan sosok yang mampu mempertemukan antara nilai-nilai ke-Islam-an dan nasionalisme. Diapun mengajak semua untuk memperkuat nilai-nilai kesantrian, Apa itu nilai kesantrian? yakni rasa cinta tanah aiir.

Berjihad sesuai dengan Resolusi Jihad menurut Jazilul Fawaid perlu diteruskan namun musuh yang dihadapi saat ini adalah kemiskinan, kebodohan, dan korupsi.   (J05)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2