Waspada
Waspada » Sayang Keluarga, Jangan Mudik
Nusantara

Sayang Keluarga, Jangan Mudik

Jubir Satgas 19, Wiku Adisasmito

JAKARTA (Waspada): Pemerintah dengan tegas melarang mudik lebaran 2021. Satgas Penanganan Covid-19 pun menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Kementerian Perhubungan kemudian menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Sementara, Korlantas Polri juga lakukan penyekatan di lebih dari 300 titik di perbatasan antar provinsi, kabupaten, dan kota.

Untuk itu, dalam penerapan kebijakan ini pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat diminta mendukung demi masa depan yang lebih baik. Pemda dan masyarakat pun dapat turut andil dengan menjadi agen promosi kesehatan yang baik.

“Mohon kepada seluruh jajaran pemerintah daerah maupun masyarakat untuk dapat menjadi agen promosi kesehatan yang baik dengan berlandaskan satu narasi dari pemerintah,” ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, Rabu (5/5).

Karena pada prinsipnya pemerintah berupaya untuk terus mampu menjaga kondisi yang terkendali ini dan selalu siap siaga serta antisipatif terhadap berbagai kondisi yang ada. Dalam memutuskan kebijakan,  pemerintah telah melakukan pertimbangan berbasis data dan fakta, pendapat ahli, maupun pengalaman penanganan pandemi Covid-19 di lapangan.
Bahwa kegiatan mudik untuk bertemu dengan sanak saudara sangat terkait dengan interaksi fisik langsung yang merupakan cara virus bertransmisi lebih cepat. Kegiatan fisik dimaksud seperti, bermaaf-maafan di hari yang Fitri melalui cara bersalaman, berpelukan dan lain-lain.

“Kejadian ini seringkali tidak dapat terelakkan bahkan pada orang yang sudah memahami pentingnya protokol kesehatan sekalipun. Oleh karena itu pemerintah sepakat untuk meniadakan mudik, apapun bentuknya,” pungkas Wiku.

Salah seorang kepala keluarga bernama Fahdi menanggapi larangan mudik dengan sikap santai. Menurutnya, larangan mudik bukan berarti dunia seperti kiamat. Dia dan keluarganya memilih silaturahim saat lebaran dengan keluarga terdekat saja. Sementara dengan ayah dan ibu Fahdi di wilayah Cianjur, dilakukan dengan cara video call.

“Mudik dalam kondisi seperti saat ini memang riskan. Pandemi belum usai. Saya, isteri dan dua anak-anak saya yang masih kecil, sepakat tidak mudik ke Cianjur,” ujar pria yang tinggal di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2