Waspada
Waspada » Saleh Daulay Apresiasi Keputusan Presiden Batalkan Vaksin Berbayar
Nusantara

Saleh Daulay Apresiasi Keputusan Presiden Batalkan Vaksin Berbayar

Ketua Fraksi PAN DPR RI,Saleh Partaonan Daulay ( Waspada/dok)

JAKARTA (Waspada): Keputusan Presiden Joko Widodo membatalkan vaksinasi berbayar individu perlu didukung dan diapresiasi.

Menurut anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay, keputusan itu menunjukkan bahwa presiden mendengar saran dan masukan dari masyarakat.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan dan pihak terkait lainnya, diminta untuk segera menindaklanjuti kebijakan Presiden tersebut.

“Dengan kebijakan ini, Presiden menegaskan kembali bahwa vaksin itu adalah hak semua orang. Oleh karenanya, tidak boleh membebani dan memberatkan masyarakat” kata wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut II itu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (18/7/2021)

Agar pelaksanaan vaksinasi Sinopharm ini bisa dilaksanakan, tambahnya, maka sudah semestinya Kementerian Kesehatan merubah PMK 19/2021. Sebab, aturan kebolehan bagi individu untuk divaksin diatur jelas di dalam PMK tersebut. Oleh karena itu, langkah awal dan cepat yang perlu dilakukan adalah merubah PMK-nya dan disesuaikan dengan arahan Presiden.

Dia menjelaskan Vaksin Gotong Royong ini awalnya dipersiapkan untuk perusahaan, badan hukum, dan badan usaha. Artinya, jika program tersebut hendak dilanjutkan, maka PMK-nya harus segera direvisi. Dipastikan bahwa penanggung jawab pembayaran dan biaya vaksinasi tidak dibebankan kepada orang per orang.

“Kalau pengusaha dan pemilik perusahaan yang membayar, tentu tidak akan memberatkan individu-individu. Perlu juga dibuka ruang kepada pihak lain yang mau donasi. Vaksinasi yang dilaksanakan, ditanggung oleh donatur. Selama itu dilakukan secara sukarela, semua harus didukung agar vaksinasi di Indonesia cepat mencapai target”.
ujar Daulay.

Dia menekankan percepatan pelaksanaan vaksinasi harus segera dilakukan. Pasalnya, WHO baru saja mengumumkan bahwa secara global baru 25,8 persen yang telah divaksin dosis pertama. Sementara, varian-varian baru Covid-19 semakin berkembang.

Disebutkannya Indonesia harus bekerja keras. Ada 270 juta rakyat Indonesia yang perlu dilindungi. Target memvaksin 181,5 juta warga, tidaklah mudah. Karena itu, semua pihak harus bergotong royong untuk membantu pemerintah.

“Kita berlomba dengan peningkatan jumlah orang yang terpapar. Kita juga sedang merasa was-was dengan kapasitas rumah-rumah sakit dan kecukupan tenaga-tenaga medis. Dengan vaksin, jumlah orang yang terpapar diharapkan segera turun. Dan secara perlahan dapat memutus mata rantai penyebaran virus Covid di Indonesia”.tandasnya.

Di dalam konteks ini, lanjut Daulay, kita perlu mengapresiasi berbagai pihak yang telah berkontribusi. Termasuk kepada tenaga-tenaga medis yang bekerja siang dan malam.

Tidak lupa, juga kepada beberapa Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) yang memberikan paket-paket obat dan vitamin gratis kepada masyarakat., tukas
Saleh Partaonan Daulay (J05)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2