Waspada
Waspada » Ritonga: Ari Kuncoro Sebaiknya Mundur Juga Dari Rektor UI
Nusantara Pendidikan

Ritonga: Ari Kuncoro Sebaiknya Mundur Juga Dari Rektor UI

Jamiluddin Ritonga: ist

JAKARTA (Waspada): Pengamat komunikasi politik, M. Jamiluddin Ritonga mengapresiasi pengunduran Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro yang disebutkan telah mengirimkan surat pengunduran diri sebagai Wakil Komiaaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Meskipun pengakuan kesalahan itu tidak dinyatakannya secara tersurat, tambah Ritoga, namun rangkap jabatan di UI dan BRI secara nyata sudah menyalahi Statuta UI. Karena itu, sudah selayaknya juga Ari Kuncoro mengundurkan diri dari jabtan rektor.Tentu hal itu konsekuensi logis dari kesalahan yang dilakukannya. Apalagi Ari memimpin lembaga pendidikan yang sangat mengedepankan etika dan moral.

” Itu layak diapresiasi karena ia menyadari kesalahannya. Rangkap jabatan yang diembannya selama ini memang melanggar Statuta UI,” kata Ritonga dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Kamis (22.7) di Jakarta..

Menurut Dekan FIKOM IISIP Jakarta 1996 – 1999 ini, Ari Kuncoro harus memberi contoh kepada civitas akademika untuk memegang teguh etika dan moral. Bagi pelanggar etika dan moral, seperti yang sudah dilakukannya, tanpa diminta seharusnya mengundurkan diri dari jabatannya.

Selain itu, Statuta UI yang baru seharusnya dicabut dan dikembalikan ke Statuta yang lama. Sebab, dengan Statuta UI yang baru akan melegalkan setiap Rektor UI untuk merangkap jabatan.

Kalau itu nantinya terjadi, maka sulit mengharapkan kampus akan independen. Otonomi kampus dengan sendirinya akan tergerus oleh Statuta tersebut, tandasnya.

Dia menekankan, otonomi kampus sangat diperlukan untuk menjamin kebebasan akademik bagi semua civitas akademika. Tanpa otonomi kampus, kebebasan akademika akan dengan mudahnya diintervensi penguasa.

Hal itu tentu tidak boleh terjadi, karena akan membuat wajah kampus menjadi buram. Siapa pun yang masih waras akan menolak hal itu terjadi di Indonesia, tukas M. Jamiluddin Ritonga. (J05)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2