Waspada
Waspada » Reshuffle Kabinet 2020, Pertarungan Hanya Di Pilpers
Nusantara

Reshuffle Kabinet 2020, Pertarungan Hanya Di Pilpers

(Net)

JAKARTA (Waspada): Mengibaratkan pertarungan politik seperti sepakbola, pengamat politik dari Universitas Negeri Semarang Cahyo Seftyono, S.Sos, MA, menilai dalam pertarungan antara Jokowi dan lawan politiknya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jokowi menang 2-0.

“Jokowi menaklukkan rival tangguhnya dalam pilpres 2019 yang lalu, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno merupakan contoh kepeawain, kata Cahyo yang merupakan dosen Kebijakan Publik ini, Kamis (7/1) di Jakarta.

Menurutnya sesumbar Prabowo bahwa dirinya akan timbul-tenggelam bersama rakyat, dan kata-kata manis Sandi bahwa dia tak tertarik masuk kabinet, sirna sudah.

Cahyo mengingatkan betapa kerasnya cercaan kedua tokoh itu terhadap Jokowi dalam Pilpres 2019 lalu. Tapi hanya dalam setahun, kata-kata tajam mereka berubah menjadi pujian dan sanjungan kepada mantan rivalnya itu, ungkap Cahyo yang sering meneliti isu-isu politik lokal.

Dengan gayanya yang khas dan tenang, tambahnya, Jokowi memainkan strategi ‘memangku lawan’ dengan memberi pangkat atau jabatan sehingga lawannya senang, padahal Jokowi menang lebih besar.

Dalam analisa Cahyo, masuknya Prabowo dan Sandi ke Kabinet Jokowi ini membuat hkeduanya kalah dua kali. Pertama, Prabowo-Sandi dikalahkan Jokowi pada Pilpres 2019. Kalau hanya ini, lanjutnya, kedua tokoh politik ini bisa saja maju lagi di tahun 2024, apalagi Jokowi tak lagi jadi rival.
Cahyo juga mengingatkan, betapa kerasnya cercaan kedua tokoh itu terhadap Jokowi dalam Pilpres 2019 lalu. Tapi hanya dalam setahun, kata-kata tajam mereka berubah menjadi pujian dan sanjungan setinggi langit kepada mantan rivalnya itu.

Namun, Cahyo mengaku, dirinya tidak tahu pasti apakah manuver Jokowi menjadikan Prabowo dan Sandi sebagai menteri itu untuk memperkuat basis dukungan terhadapnya, atau memang untuk menghancurkan karakter dan nama baik bekas penantangnya itu.
Karena dalam pengamatan Cahyo, para pendukung Prabowo-Sandi yang besarnya sekitar 45 persen dari total pemilih pilpres 2019 tidak serta merta berbalik mendukung. Di media sosial maupun dalam di pasar, terminal, pengajian, arisan maupun ruang-ruang publik lainnya, kritik terhadap pemerintah masih lantang.
“Yang jelas, Jokowi berhasil mengalahkan suara Prabowo-Sandi dalam Pilpres dan kini berhasil meruntuhkan reputasi keduanya dimata para pendukungnya,” pungkas Cahyo (J05)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2