Waspada
Waspada » Rencana Pengenaan PPN Sembako dan Pendidikan Sebaiknya Dibatalkan
Nusantara

Rencana Pengenaan PPN Sembako dan Pendidikan Sebaiknya Dibatalkan

JAKARTA (Waspada): Rencana pengenaan PPN untuk sembako  adalah kebijakan yang tidak bijak dan tidak tepat. Bukan saja akan menambah beban hidup rakyat, tetapi juga akan menurunkan kredibilitas Pemerintah di mata rakyat.

“Sembako adalah salah satu yang terpokok dari nafas hidup rakyat. Jika dikenakan PPN, nafas rakyat bisa tersengal-sengal,” ujar Sekretaris Jendral Pimpinan Nasional Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) , Gede Pasek Suardika dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (11/6).

Demikian juga rencana pengenaan PPN untuk sekolah juga tidak bijak dan tidak tepat. Dengan pengenaan PPN, beban sekolah akan digeser menjadi  beban orang tua siswa. Artinya jelas akan menambah beban pendidikan bagi rakyat.

Pada sisi yang lain, kebijakan tersebut akan mendorong makin derasnya komersialisasi pendidikan yang pada akhirnya akan meningkatkan ketimpangan akses siswa terhadap sekolah-sekolah yang bermutu.

Bahwa Pemerintah membutuhkan tambahan sumber pajak bagi kepentingan penyehatan APBN dan keberlangsungan pembangunan adalah perihal yang dapat dipahami oleh publik. Karena itu, intensifikasi dan ekstensifikasi pajak patut untuk didukung. Apalagi faktanya memang rasio pajak saat ini masih rendah.

Namun demikian, Presidium Pimnas PPI, Andy Soebjakto menambahkan, upaya-upaya menambah obyek pajak harus dilakukan dengan pertimbangan yang sangat matang, terutama menyangkut kondisi perekonomian dan keadaan kehidupan rakyat sehari-hari.

“Karena filosofi dasarnya adalah pajak untuk rakyat. Bukan rakyat untuk pajak,” ujarnya.

Untuk itu, PPI mendesak Pemerintah dan DPR
agar rencana pengenaan PPN terhadap sembako dan sekolah tersebut dibatalkan. Keselamatan kehidupan rakyat haruslah diutamakan. Setidak-tidaknya tidak diberi tambahan beban di masa-masa sulit seperti sekarang ini.

“Demikian pandangan dan sikap ini kami sampaikan, semata-mata de0ngan pertimbangan kehidupan rakyat Indonesia,” tandas Andy. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2