Rektor UT: Kampus Merdeka Kembangkan Potensi Mahasiswa - Waspada
banner 325x300

Rektor UT: Kampus Merdeka Kembangkan Potensi Mahasiswa

  • Bagikan

TANGERANG SELATAN (Waspada): Universitas Terbuka (UT) siap mendukung kebijakan Kampus Merdeka yang baru diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim.

“Kami siap mendukung dan melaksanakan berbagai ketentuan berkaitan merdeka belajar di tingkat pendidikan tinggi atau yang disebut mendikbud sebagai Kampus Merdeka. Setiap perkembangannya akan kita ikuti terus,” ujar Rektor UT Prof Ojat Darojat M.Bus, saat membuka Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Akademik UT, di Gedung Serbaguna UT, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Senin (27/1).

Seperti diketahui, empat hal pokok yang menjadi fokus Kampus Merdeka adalah kemudahan membuat program studi (prodi) baru bagi kampus negeri dan swasta yang terakreditasi A dan B; mendukung kampus negeri menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum; Fleksibilitas pengambilan prodi berbeda bagi mahasiswa serta pilihan magang selama 3 semester atau maksimal 60 sks bagi mahasiswa.

Dikatakan Ojat, kampus merdeka memberikan kesempatan lebih luas kepada mahasiswa untuk berkembang dan menambah kapasitasnya. Saat ini, mahasiswa UT terdata sebanyak 350 ribu orang. Jadi, kata dia, mahasiswa tidak hanya jenuh belajar di kampus mengikuti kurikulum yang ada di kampus saja.

“Selama ini kan mahasiswa memang harus ikut kewajiban-kewajiban terkait mata kuliah yang harus ditempuh dan yang sudah terstruktur dari semester ke semester. Nah, dengan adanya konsep kampus merdeka ini, sangat memungkinkan mahasiswa yang kuliah di UT tapi mereka juga bisa mengambuil mata kuliah atau lakukan kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan kompetensi yang ingin dicapainya,” ujar Ojat.

Sebaliknya, UT juga senantiasa membuka kesempatan bagi mahasiswa-mahasiswa dari kampus lain yang ingin belajar secara online.

Namun terkait magang 3 semester di UT, Ojat menyebut jika pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemdikbud. Pasalnya, sebagian besar mahasiswa UT adalah pekerja, yang notabene memiliki keterbatasan waktu untuk proses magang yang terlalu lama.

“Karena karakter mahasiswa UT itu berbeda, maka akan seperti apa mekanismenya tentu akan dibicarakan lebih lanjut,”kata Ojat.

Untuk kemudahan pembukaan prodi baru, UT mengaku sangat mendukung, apalagi kalau hal itu terkait dengan kebutuhan masyarakat.

“UT selalu berupaya merespon setiap kebutuhan yang ada di masyarakat, termasuk pembukaan prodi-prodi baru. Seperti saat ini kita buka prodi strara 3 manajemen dan administrasi publik. Untuk S2 kita ada lingkungan dan pendidikan anak usia dini. Untuk S1 juga membuka pariwisata dan ekonomi syariah,” imbuh Ojat.

Terkait RTM Akademik, Wakil Rektor UT, Muhammad Yunus mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan sinergi antara seluruh manajemen pembelajaran jarak jauh di seluruh Indonesia supaya berhasil menciptakan lulusan berkualitas. Digelar sejak 27 sampai 31 Januari, kegiatan ini mengambil tema ‘reformasi layanan pendidikan dalam mempersiapkan lulusan yang berkarakter dan berdaya saing global’. (dianw/B).

  • Bagikan