Puan: Transformasi Strategis Solusi Percepat Terwujudnya Ekonomi Berdikari  - Waspada
banner 325x300

Puan: Transformasi Strategis Solusi Percepat Terwujudnya Ekonomi Berdikari 

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan bahwa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi akibat pandemi Covid-19, selalu ada peluang untuk dimanfaatkan menjadi solusi. Ia mengajak semua pihak untuk optimis, tetap bekerja keras, serta berhati-hati dalam melangkah.

Hal itu disampaikan Puan Maharani secara virtual saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Nasional XVII Badan Pengurus Pusat Himounan Pengusahan Muda Indonesia (BPP HIPMI), Jumat (5/3).

“Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang kita hadapi, saya yakin ada jendela peluang (window of opportunity) yang bisa kita manfaatkan untuk melahirkan sebuah solusi,” kata Puan.

“Tepatnya solusi dalam bentuk transformasi strategis ekonomi Indonesia. Kita menginginkan transformasi yang akan mempercepat terwujudnya ekonomi Indonesia yang berdikari,” imbuh Puan.

Dalam kesempatan itu, Puan mengajak HIPMI turut bergotong-royong menjadikan tahun 2021 sebagai tahun pemulihan Indonesia.

“Termasuk pemulihan ekonomi Indonesia. HIPMI perlu menjadi bagian dari solusi kemajuan ekonomi Indonesia,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Puan yang menyampaikan materi tentang “UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagai Landasan Kebangkitan Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi Covid-19” bahwa undang-undang tersebut dibuat sebagai landasan kebangkitan ekonomi Indonesia. Puan meyakini implementasinya bisa mempercepat usaha membangkitkan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19.

“Tahun 2020 adalah tahun yang dapat membalik semua prediksi. Akibat pandemi Covid-19 di tahun 2020, perekonomian global melambat, harga komoditas menurun, volume perdagangan dunia menurun, sejumlah negara melakukan pelonggaran kebijakan moneter,” papar mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu. 

Puan menuturkan, setidaknya ada tiga dampak besar dari pandemi Covid-19 bagi perekonomian Indonesia.

Pertama, konsumsi rumah tangga atau daya beli yang merupakan penopang 60 persen perekonomian, jatuh cukup dalam.

Kedua, ketidakpastian yang berkepanjangan sehingga investasi ikut melemah dan berimplikasi pada terhentinya usaha dan terjadinya PHK.

Ketiga, berlanjutnya pelemahan ekonomi dunia yang menyebabkan harga komoditas turun dan ekspor Indonesia ke beberapa negara juga terhenti. 

“Saya melihat HIPMI berada dalam posisi unik dan strategis untuk berperan dalam pemulihan dan memajukan ekonomi kita. Dengan kader-kader yang muda, maka HIPMI ini adalah wajah dari ekonomi masa depan Indonesia, yang turut memegang kunci kemajuan ekonomi Indonesia di masa depan,” kata Puan. (irw)

  • Bagikan