Waspada
Waspada » Pers Mampu Tanamkan Nilai Keumatan Yang Produktif
Nusantara

Pers Mampu Tanamkan Nilai Keumatan Yang Produktif

SENTUL (Waspada): Keterlibatan media dalam berbagai isu kehidupan keagamaan di Indonesia memiliki dampak yang produktif bagi bangsa. Sebagai pilar keempat demokrasi di Indonesia, media memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keumatan yang produktif.

“Media merupakan mitra strategis Kementerian Agama, sekaligus mitra strategis bagi umat,” kata Sekretaris Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Fuad Nasar, saat berdialog dengan jurnalis media, di Sentul, Jawa Barat, Senin (21/9).

Dia menyebut salah satu bentuk nilai keumatan yang dapat disebar melalui pers adalah terkait ekonomi syariah. Bagaimana harta diartikan oleh umat muslim sebagai alat untuk berbuat baik lewat zakat dan infak.

“Nilai-nilai sosial dari keberadaan harta itu dapat digaungkan ke seluruh dunia, pastinya lewat peran media. Media mampu mencerahkan umat dengan tulisan mendidik tentang investasi yang baik lewat perbankan syariah, misalnya. Dan banyak hal lainnya,” ujar Fuad.

Ditambahkan Fuad, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama tidak hanya berkepentingan menjadikan masyarakat yang produktif, tapi juga menjadi masyarakat yang peduli. Hal ini menurut Fuad bukan sesuatu yang dapat dilakukan secara tiba-tiba, melainkan membutuhkan suatu proses di mana media dapat terlibat di dalamnya.

Dalam kesempatan itu, panitia kegiatan memutar video arahan dari Menteri Agama Fachrul Razi. Video dibuat khusus untuk kegiatan dialog dan sebelum Menag dinyatakan positif Covid-19.

Dalam video pendek itu Menag Fachrul Razi menyatakan kegembiraannya atas terlaksananya dialog dengan media. Sejak awal diangkat sebagai Menteri Agama, Fachrul memang ingin selalu bersikap terbuka, khususnya kepada media. Dengan itu, lanjutnya, program-program Kemenag akan mendapat respon dari masyarakat luas.

“Respon termasuk kritik yang kami anggap membangun, adalah bukti otoritas dari lembaga pers itu sendiri. Karena itu, saya menyatakan kalau pers dan pemerintah adalah mitra. Kita bisa bersama membangun bangsa dengan perannya masing-masing,” tandas Fachrul.

Kegiatan Dialog Isu-Isu Kebimasislaman dengan Praktisi Media yang digelar oleh Ditjen Bimas Islam ini diikuti oleh 60 jurnalis media secara daring dan luring. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa, 21-22 September 2020. (J02)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2