Waspada
Waspada » Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Nusantara

Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Mensos Tri Rismaharini

JAKARTA (Waspada): Menteri Sosial Tri Rismaharini meyakini strategi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial berperan besar dan optimal dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai pemerlu layanan sosial, dapat memanfaatkan perpustakaan sebagai upaya meningkatkan taraf hidupnya.

“Perpustakaan harus menjadi ruang berbagi pengalaman baik dari pustakawan maupun pengunjung, sehingga perpustakaan juga menjadi ruang belajar kontekstual untuk meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik,” ujar Tri Rismaharini yang akrab disapa Risma.

Untuk lebih meningkatkan perannya dalam pemberdayaan masyarakat, maka perpustakaan juga dapat menyelenggarakan pelatihan-pelatihan langsung kepada masyarakat sebagai aksi langsung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hal ini juga berlaku untuk masyarakat disabilitas, dengan keterbatasan fisik maupun sosial serta masyarakat yang terisolasi dan terpencil. Pada konteks ini, saya mengapresiasi Perpusnas dalam upayanya melakukan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial,” jelasnya.

Program ini diyakini akan mampu memperkuat peran perpustakaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga kemampuan literasi meningkat yang berujung pada peningkatan kreativitas masyarakat dan aksesitas  terhadap informasi untuk peningkatan kesejahteraan sosialnya.

 

“Dari awal sampai akhir layanan setiap hari perpustakaan harus menjadi tempat bagi masyarakat berbagai lapisan dengan berbagai kegiatan. Hal ini nantinya akan berdampak kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

 

Maka perlu adanya transformasi layanan perpustakaan dan paradigma perpustakaan harus diubah. Dari semula dianggap sebagai gudang buku, kini hendaklah bertransformasi menjadi perpustakaan yang dapat memberdayakan masyarakat dengan pendekatan teknologi informasi.

Perpustakaan harus bisa bertransformasi sehingga memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat dalam hal partisipasi, life skill, layanan inklusi untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga miskin menjadi lebih baik menuju kesejahteraan.

“Disamping itu perpustakaan juga bisa mengambil peran sebagai pusat informasi krisis saat terjadi bencana alam atau sosial. Tentu saja dengan semakin bertambahnya peran perpustakaan juga harus dimbangi dengan fasilitas yang memadai seperti adanya jaringan internet yang cepat untuk selalu menghadirkan perpustakaan dimana saja dan kapan saja,” tandasnya. (J02)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2