Waspada
Waspada » Percepat Penanganan Covid-19, Kemenparekraf Ajak Chain Hotel Nasional dan Internasional Bersinergi
Nusantara

Percepat Penanganan Covid-19, Kemenparekraf Ajak Chain Hotel Nasional dan Internasional Bersinergi

JAKARTA (Waspada): Sejumlah hotel yang mempunyai satu nama yang sama yang telah disepakati bersama baik sebagian maupun keseluruhan dengan sistem yang sama atau Chain Hotel baik di dalam negeri (Nasional) maupun di luar negeri (Internasional), diajak bersinergi/bekerjasama oleh Kemenparekraf untuk membantu mempercepat penanganan dampak buruk akibat bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Kerjasama ini terbuka buat hotel chain International maupun Nasional. Siapa saja yang mau. Saat ini sudah ada hotel chain yang sudah menyatakan bersedia,” terang Agustini Rahayu alias Ayu selaku Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Namun keputusan seperti itu, lanjut Ayu, dari sisi pengusaha hotel tidak mudah. “Karena dalam kurun kerjasama, mereka tidak akan terima tamu lain dan juga setelahnya harus bersih-bersih, tidak mudah buat brand image mereka,” terang Ayu.

Menurut Ayu kesediaan hotel bekerjasama ini merupakan bagian CSR masing-masing perusahaan terkait pariwisata.

Ayu membenarkan kalau Kemenparekraf tengah mempersiapkan kerjasama dengan jaringan hotel untuk menjadikan hotel tersebut sebagai sarana tempat tinggal para tenaga medis dan gugus tugas penangan pasien Covid-19 di berbagai daerah.

Kerjasama itu merupakan salah satu dari beberapa langkah yang tengah gencar dilakukan Kemenparekraf guna mempercepat penanganan pasien terjangkit virus Corona.

Seperti dikatakan Menparekraf Wishnutama dalam Press Statement Menparekraf Wishnutama di Jakarta, kemarin, Senin (23/3) di Channel Youtube: Youtube Kemenparekraf, tujuan kerjasama dengan jaringan hotel tersebut supaya jarak tempat tinggal para tenaga medis dan gugus tugas jadi lebih dekat dengan rumah sakit yang menangani wabah ini. Bahkan kalau perlu nantinya hotel itu bisa dijadikan lokasi isolasi mandiri.

Terkait kerjasama dengan penyedia alat transportasi sebagaimana disinggung Wishnutama kemarin, lanjut Ayu, saat ini masih dalam proses MoU.

“Belum bisa kita published nama-namanya. Yang jelas yang memiliki kekuatan armada kuat yang cukup signifikan membantu. Kalau sudah di tanda tangan kedua belah pihak, akan kami rilis ke media,” ungkapnya.

Langkah lainnya, akan melakukan aksi tanggap darurat seperti yang disampaikan Menparekraf.

Kemenparekraf tengah menyusun rencana aksi untuk menyelamatkan industri pariwisata dan menyiasati investasi.

“Kami berusaha mengusulkan beberapa hal meliputi bantuan sarpras & hygiene, relaksasi pajak pusat, relaksasi pajak dan retribusi daerah, relaksasi kewajiban bank/non-bank, relaksasi kewajiban, dan ketenagakerjaan. Sekali lagi ini terkait erat dengan persetujuan berbagai Kementrian/Lembaga berwenang,” urai Ayu.

Terkait kerjasama dengan para pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) seperti film, tv, radio, content creative, dll, sambung Ayu, pihaknya saat ini sedang menggalang berbagai aksi dengan kalangan Ekraf.

Mulai dari public awareness campaign untuk men-support imbauan pemerintah terhadap pemutusan rantai penularan Covid-19 sampai ke aksi penggalangan karya para designer untuk membuat karya-karya menyikapi terbatasnya alat bantu medis buat masyarakat luas, misalnya masker.

“Intinya saat ini adalah prioritas kami sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, mengutamakan keselamatan masyarakat,” tegasnya lagi.

Mengenai berapa besar anggaran insentif finansial dan non-finansial yang dikeluarkan Kemenparekraf khusus untuk percepatan penanganan dampak buruk akibat Covid-19 ini sebetulnya sudah ditentukan.

‘Namun belum bisa kami infokan ke publik. Karena Kemenparekraf kan institusi pemerintah, apapun terkait usulan anggaran yang memutuskan Kemenkeu (Kementrian Keuangan_red). Saat ini sedang dilakukan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait,” pungkasnya. (Adji K)

Captions:
1. Pembersihan dan penyemprotan disinfektan di kantor Kemenparekraf, Jakarta (foto: dok.birkom)
2. Prioritas Kemenparekraf sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, mengutamakan keselamatan masyarakat. (foto: dok.birkom)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2