Waspada
Waspada » Peran UMKM Masih Rendah Kontribusi Ke Ekspor Hanya 14 Persen 
Nusantara

Peran UMKM Masih Rendah Kontribusi Ke Ekspor Hanya 14 Persen 

 

JAKARTA (Waspada): Peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian secara global masih tergolong rendah. Berdasarkan catatan Kementerian Koperasi dan UKM proporsi kredit perbankan terhadap UMKM Indonesia baru mencapai 20 persen dan kontribusi ekspor UMKM juga hanya berada di angka 14 persen.

“Sementara negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia masing-masing proporsi kredit UMKM mereka sudah tumbuh berada di 39 persen dan 51 persen. Sedangkan untuk kontribusi ekspor mereka masing-masing mencapai 41 persen dan 18 persen,” kata Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya dalam diskusi virtual “Penguatan UMKM Sebagai Kebangkitan Ekonomi”, Jumat Sore (16/7).

Eddy mengungkapkan, mayoritas pelaku UMKM membutuhkan bantuan berupa modal kerja. Berdasarkan survei, ia menyebut 69,02% pelaku usaha mikro memerlukan bantuan modal usaha dan 43,53% pelaku usaha menengah membutuhkan keringanan tagihan listrik untuk usaha.

“Apa sebenarnya yang dibutuhkan untuk membangkitkan UMKM kita? Untuk usaha mikro, hal yang dibutuhkan adalah modal usaha ini adalah hasil dari beberapa survei,” terangnya.

Hingga kini pemerintah terus berupaya memperkuat keberadaan UMKM. Jumlah penjaminan kredit modal kerja (KMK) untuk UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 29 Juni 2021 oleh PT Jamkrindo mencapai Rp17,3 triliun. Jumlah debiturnya mencapai 1,054 juta.

Sebelum mendapat penugasan pemerintah untuk menjamin KMK dalam rangka PEN, Jamkrindo mendapat penugasan untuk menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Total volume penjaminan KUR dari 2007 hingga April 2021 mencapai Rp Rp453,7 triliun. Adapun volume tahun kalender sampai dengan April 2021 Rp40,6 triliun, meningkat 43% dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp28,4 triliun.

“Selain fokus pada bisnis program dan tetap mengembangkan produk di luar penjaminan program, Jamkrindo juga terus meningkatkan kehadirannya di masyarakat melalui berbagai bantuan,” ujar Direktur Utama Jamkrindo Putrama W Setyawan.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan, peran UMKM sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. UMKM juga berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja di Tanah Air. Jika ditotal secara keseluruhan baik usaha miko, kecil, maupun menengah, maka total penyerapan tenaga kerja hampir 97 persen.

“Dengan pertumbuhan ekonomi yang hanya sekitar 5 persen per tahun, kemampuan daya serap perekonomian kita yang sudah termasuk UMKM, hanya sekitar 1,2 juta sampai 1,5 juta angkatan kerja. Artinya hampir separuh dari pertambahan angkatan kerja kita setiap tahun,” ujar Piter.

Dia menjelaskan, dari sisi pembentukan ekonomi, UMKM Indonesia menjadi penyumbang terbesar yakni berkontribusi sekitar 60 persen dari PDB. Oleh karena itu, dia memandang peran UMKM sangat besar, baik terhadap pertumbuhan ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja. (J03)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2