Waspada
Waspada » Penumpang Citilink  Lewat KNIA Masih Minim
Nusantara

Penumpang Citilink  Lewat KNIA Masih Minim

DELISERDANG (Waspada): Penerbangan perdana rute  domestik Citilink via Bandara Kualanamu (KNO) menuju Jakarta (CGK) masih minim.

Dengan jumlah penumpang yang berangkat  masih di bawah 10 persen dari total jumlah keterisian kursi.
Resty Kusandarina VP Corporate Secretary & CSR.PT Citilink Indonesia menyatakan hal itu kepada Waspada, Jumat (8/5). Namun demikian dalam penerbangan perdana ini Citilink mengkombinasikan dengan membawa angkutan logistik yang diterbangkan secara bersamaan dari Bandara Kualanamu.
Terkait calon penumpang pihaknya tetap mengacu pada  protokol kesehatan COVID-19 sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dari pemerintah,namun dengan tetap memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang, serta dalam penerbangan.
Sebelumnya,  Direktur Utama Citilink Juliandra menjelaskan  kembali  melayani penerbangan domestik mulai pukul 00:00 WIB, 8 Mei 2020.
Layanan penerbangan domestik yang dimaksud, diperuntukkan bagi pelanggan yang
memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.
Di antaranya adalah pelanggan yang melakukan perjalanan kedinasan, repatriasi WNI/pelajar/pekerja migran/pemulangan orang dengan alasan khusus, pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat dan pelanggan yang keluarganya sakit keras atau meninggal dunia dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang berlaku.
Kebijakan yang ketat diperlakukan kepada calon penumpang untuk melengkapi berbagai dokumen perjalanan yang harus diunggah pada saat melakukan pembelian tiket, di antaranya surat keterangan sehat dan bebas COVID-19 dari rumah sakit, surat tugas dari kantor maupun instansi terkait, surat pernyataan perjalanan dan berbagai dokumen pendukung
lainnya.
Calon penumpang juga diwajibkan untuk dapat menunjukkan kelengkapan dokumen fisik yang asli pada saat melakukan check-in di check-in counter.
Selain itu, penumpang juga dipersyaratkan untuk memiliki tiket pulang pergi.
Hal ini mengacu kepada ketentuan yang berlaku, yaitu Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H serta mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 No. 4
Tahun 2020 dan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI No. 31 Tahun 2020.(a13 /C)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2