Waspada
Waspada » Pengajuan Proposal Sampai 16 April, Kemdikbud Ajak Organisasi Penggerak Ikut Andil Tingkatkan Kualitas Guru
Nusantara

Pengajuan Proposal Sampai 16 April, Kemdikbud Ajak Organisasi Penggerak Ikut Andil Tingkatkan Kualitas Guru

JAKARTA (Waspada): Program organisasi penggerak menjadi kebijakan jilid 4 yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim.

Program Organisasi Penggerak ini adalah upaya pemberdayaan masyarakat yang melibatkan organisasi secara masif melalui dukungan pemerintah. Tujuannya untuk peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah berdasarkan model-model pelatihan yang sudah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.

“Program ini melibatkan sejumlah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, terutama organisasi-organisasi yang sudah memiliki rekam jejak yang baik dalam implementasi program pelatihan guru dan kepala sekolah, dengan tujuan meningkatnya kemampuan profesional para pendidik dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa,” ujar Plt Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud Supriano dalam temu media di Jakarta, Selasa (10/3). Supriano didampingi Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kemdikbud, Ade Erlangga Masdiana; Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Khusus Kemdikbud, Praptono dan praktisi sekolah penggerak, Itje Chodijah.

Pendaftaran program ini sudah dimulai sejak 2 Maret sampai 16 April 2020 melalui laman
sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id dan surel (surat elektronik) di [email protected]

Setelah mendaftar, masing-masing harus mengajukan proposal sejak 16 Maret sampai 16 April 2020. Selama itu, proposal akan diseleksi melalui berbagai proses.

Proses seleksi tersebut antara lain terdiri dari identifikasi kelayakan berupa tinjauan dokumen yang diajukan, evaluasi teknis dan keuangan oleh tim independen untuk menjamin tidak ada intervensi dari pihak dalam dan luar Kemendikbud, serta verifikasi dengan mengunjungi ke organisasi penggerak yang terpilih. Pengumuman hasil verifikasi proposal akan dilakukan paling lambat 8 Juni 2020 melalui laman Organisasi Penggerak dan surat elektronik.

“Sudah seminggu dibuka, ada sedikitnya 3.300 organisasi dan 12 ribu individu sukarelawan yang mendaftar. Semuanya diharapkan mengajukan proposal dan akan ditunggu sampai 16 April,”tambah Ade Erlangga Masdiana..

Pelaksanaan Program Organisasi Penggerak pada tahap awal mencakup sekolah pada satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP yang berpartisipasi dalam proyek rintisan. Program berlangsung di kabupaten/kota yang sudah diidentifikasi oleh Organisasi Penggerak dalam koordinasi Dinas Pendidikan dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan.

Fase pertama program akan dilaksanakan dari tahun 2020 sampai dengan 2022. Pada periode ini, Program Organisasi Penggerak akan meningkatkan kompetensi 50.000 guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan di 5.000 PAUD, SD, SMP.

Diungkapkan Supriano, organisasi penggerak akan bekerja meliputi beberapa hal.

Pertama, melakukan identifikasi, evaluasi, dan seleksi calon Organisasi Penggerak berbasis proposal dengan melampirkan bukti dampak pelaksanaan program di waktu lampau.

Kedua, memberikan dukungan pelaksanaan program selama periode implementasi.

Ketiga, melakukan monitoring dan evaluasi melalui pengumpulan data pelaksanaan program dalam tiga periode yaitu tahap pertama (baseline), tahap paruh pelaksanaan (midline), dan tahap akhir (endline).

Keempat, melakukan observasi proses pembelajaran selama implementasi program dengan memberdayakan SDM terdekat.

Kelima, melakukan pengawasan dan pendampingan penggunaan dana bantuan pemerintah.

Kemdikbud akan mendukung dari sisi pembiayaan, pemantauan dan evaluasi dampak, serta integrasi program yang terbukti baik ke dalam program Kemendikbud.

Besar bantuan yang akan diterima bervariasi, tergantung pada hasil evaluasi terhadap kapasitas Organisasi Kemasyarakatan dan kualitas rencana program peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan yang akan dijalankan.

Secara umum, besar bantuan dibagi menjadi 3 kategori berdasarkan banyak sasaran satuan pendidikan.

Pertama, kategori I (Gajah) dengan sasaran lebih dari 100 (seratus) satuan pendidikan, dapat memperoleh bantuan maksimal Rp20 miliar per tahun

Kedua, kategori II (Macan) dengan sasaran 21 sampai100 satuan pendidikan, dapat memperoleh bantuan maksimal Rp5 miliar per tahun.

Ketiga, kategori III (Kijang) dengan sasaran 5 sampai 20 satuan pendidikan, dapat memperoleh bantuan maksimal Rp1 miliar per tahun.

Program Organisasi Penggerak diharapkan membantu menginisiasi sekolah penggerak yang idealnya memiliki empat komponen. Pertama, Kepala Sekolah memahami proses pembelajaran siswa dan mampu mengembangkan kemampuan guru dalam mengajar. Kedua, Guru berpihak kepada anak dan mengajar sesuai tahap perkembangan siswa.

Ketiga, Siswa menjadi senang belajar, berakhlak mulia, kritis, kreatif, dan kolaboratif (gotong royong). Keempat, terwujudnya Komunitas Penggerak yang terdiri dari orang tua, tokoh, serta organisasi kemasyarakatan yang diharapkan dapat menyokong sekolah meningkatkan kualitas belajar siswa.

“Kemendikbud mendorong hadirnya ribuan sekolah penggerak yang akan menggerakan sekolah lain di dalam ekosistemnya sehingga menjadi penggerak selanjutnya,” pungkas Supriano.(dianw/B)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2