Penelitian Ilmiah Buktikan Vaksin Efektif Melindungi Dari Semua Varian COVID-19 - Waspada

Penelitian Ilmiah Buktikan Vaksin Efektif Melindungi Dari Semua Varian COVID-19

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Mengutip penjelasan Menteri Budi Gunadi Sadikin tentang korelasi angka kematian dengan upaya pengendalian COVID-19 lainnya, juru bicara Pemerintah untuk COVID-19 Dokter Reisa Broto Asmoro menegaskan, pekerjaan rumah lainnya yang harus dihadapi dalam pandemi COVID-19 ini yakni menekan angka kematian menjadi .

Untuk itu, intervensi pertama yang akan dilakukan adalah meningkatkan jumlah pemeriksaan atau tes, guna mengetahui peta sebenar-benarnya penyebaran virus ini. Pelacakan dilakukan dengan cepat sehingga isolasi segera diterapkan dengan demikian kesembuhan dapat naik pesat, sedang kematian ditekan seminimal mungkin. Jika tingkat pemeriksaan kurang, tambahnya, akan membuat Indonesia, bahkan dunia, buta memahami di mana penyakit itu berada dan bagaimana perubahannya.

Saat ini, lanjutnya, pemerintah telah menyiapkan sistem dan tenaga kesehatannya. Sedangkan peran masyarakat, yakni siap dan berani dites, serta jujur saat dilacak. “Tanpa tingkat pengujian yang lebih baik, kita tidak dapat melawan penyakit tersebut atau mengurangi risiko munculnya varian baru yang lebih berbahaya,” ujar dr. Reisa, (foto) Rabu (4/8), di Jakarta.

Intervensi kedua menurut dr Reisa, adalah mempercepat laju vaksinasi. Fakta sains membuktikan, vaksin efektif melindungi dari kesakitan berat, perawatan rumah sakit, dan bahkan kematian.

Dia memaparkan, hasil penelitian yang diterbitkan di New England Journal of Medicine tanggal 7 Juli 2021 menyatakan results vaksin Sinovac efektif mencegah COVID-19, termasuk penyakit parah dan kematian. Penelitian yang dilakukan dari 2 Februari hingga 1 Mei 2021 kepada sekitar 10,2 juta orang menunjukkan, efektivitas yang tinggi untuk pencegahan rawat inap, untuk pencegahan masuk unit gawat darurat atau UGD, dan untuk pencegahan kematian terkait COVID-19.

Sedangkan temuan Canadian Immunization Research Network (CIRN) menunjukkan satu dosis vaksin Astrazeneca dapat memberikan perlindungan substansial terhadap semua jenis varian Sars COV-2. Yang jadi perhatian utama yaitu varian beta, gamma, delta dan kent. Semua adalah varian virus penyebab COVID19. Peneliti menyimpulkan dua dosis lengkap akan memberikan perlindungan yang lebih tinggi.

“Bagian pemerintah menyiapkan suplai vaksin yang sekarang sudah berjumlah hampir 180 juta dosis. Sedangkan bagian masyarakat tentunya dengan semangat menyiapkan diri divaksin. Kalau sudah? ajak dan daftarkan, antarkan, dan temani orang tua, keluarga, tetangga dan kenalan kita. Ingat hasil penelitian tadi? vaksinasi menekan angka kematian karena COVID-19. Artinya vaksinasi menyelamatkan nyawa,” papar dr.Reisa.

Dia kembali menekankan, prinsip program vaksinasi yaitu melindungi orang Indonesia sebanyak-banyaknya dalam waktu secepat mungkin. Sebanyak-banyaknya adalah kata kuncinya. Vaksinasi harus merata dan setara. Semua orang boleh mendapatkan vaksin. Termasuk kakek Safaruddin di Makassar yang tidak punya telepon seluler. Begitu juga kakek Mangantar Hutagalung yang sudah berusia 100 tahun. Begitu juga yang tinggal di pedalaman dan daerah kurang sejahtera.

“Kabar terkini dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menyebutkan ibu hamil juga dapat menerima vaksin COVID-19, begiru juga mereka yang belum mendapatkan nomor induk kependudukan diperbolehkan menerima vaksin covid-19,” katanya. (j05)

  • Bagikan