Pemerintah Targetkan Peningkatan Keluarga Layak Huni 70 Persen

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Pemerintah menargetkan peningkatan keluarga dengan rumah layak huni sebesar 70 persen dari semula hanya 56 persen atau equivalen dengan 11 juta keluarga, dalam Program Sejuta Rumah, yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak tahun 2015. 

Direktur Jendral Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herry Trisaputra Zuna mengatakan, pada periode 2015 – 2019 pemerintah telah berhasil membangun 41,7 juta unit dan tahun 2020 sebanyak 960 ribu unit. 

“Adapun pencapaian hingga September 2021 sebanyak 763 unit. Jumlah ini mengalami sedikit penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” papar Herry, saat membacakan Keynote Speech Menteri PUPR, dalam acara webinar BANKING & PROPERTY OUTLOOK 2022: “Lokomotif Pemulihan Ekonomi Pascapandemi”, Rabu Sore (27/10). 

Guna mendorong pertumbuhan perumahan, pemerintah memberikan dukungan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah juga telah memperluas akses bagi masyarakat untuk kepemilikan rumah yaitu dengan mengeluarkan intensif berupa Pajak Pertambahan Nilai Di Tanggung Pemerintah (PPN DTP). 

Sedangkan tahun 2022, Kementerian PUPR menargetkan pembiayaan perumahan rakyat melalui skema FLPP sebesar Rp 23 triliun atau 200 ribu unit. Langkah strategis dari sisi suplay, Kementrian PUPR memberi tugas khusus kepada Perum Perumnas untuk mempercepat penyediaan perumahan layak huni dengan harga terjangkau,” ungkapnya. 

Kemudian, lanjut Herry, mendorong pembangunan hunian vertikal dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di kawasan perkotaan, maka pemerintah akan meningkatkan ketersediaan land bank, dan pemberikan kredit konstruksi perumahan oleh PT Sarana Multi Finansial (SMF). 

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan, industri properti diprediksi akan tetap tumbuh pada tahun 2022. Ini didorong oleh sentimen positif seperti suksesnya program vaksinasi Covid-19 yang akan memicu pertumbuhan ekonomi pada tahun mendatang. 

Dia menjelaskan, terdapat beberapa kombinasi insentif pemerintah yang diterapkan untuk memerangi dampak negatif Covid-19 terhadap perekonomian. Antara lain, UU Cipta Kerja No. 11/2020 yang telah mulai berlaku, dan akan memangkas birokrasi perizinan sehingga menciptakan lingkungan yang ramah bisnis. 

“Kebijakan restrukturisasi utang sebagai countercyclical policy oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sangat membantu pelaku usaha menghadapi masalah keuangan akibat pandemi,” katanya. 

Dikatakan juga penerapan relaksasi PPN 100% untuk properti dengan harga kurang dari Rp 2 miliar dan 50% untuk properti dengan harga di bawah Rp 5 miliar, apabila diperpanjang pada tahun 2022 akan sangat membantu pelaku industri perumahan. 

“Kebijakan pemerintah diatas termasuk penurunan suku bunga acuan (BI rate) ke rekor terendah, terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan dan minat beli masyarakat, terluhat dari angka penjualan yang meningkat,” terang Paulus. 

GM Corporate Marketing PT Graha Buana Cikarang  (Jababeka  Residence),  Eric Limansantoso mengungkapkan, industry property adalah industri yang bisa beradaptasi, termasuk dalam situasi Covid-19 seperti saat ini. Karena itu pihaknya akan terus optimis industri properti bisa reborn di tahun 2022. 

“Apapun yang terjadi dengan covid atau yang lain, kita pengembang bersama asosiasi, perbankan dan pemerintah tetap harus bergerak, kami yakin bahwa industri ini akan terus beradaptasi  dan kami akan bisa menemukan jalan keluar,” ujarnya. 

Senior Vice President Nonsubsidized Mortgage & Personal Lending Division Bank BTN Suryanti Agustinar mengungkapkan, pihaknya dan beberapa bank lainnya memang fokus ke sektor perumahan dalam memberikan dukungan penuh untuk pemulihan sektor properti di masa pandemi. 

Menurutnya, BTN memiliki peran strategis sebagai enabler yang memberikan pembiayaan sisi supply melalui kredit konstruksi kepada developer, maupun sisi demand dengan memberikan KPR berbunga rendah kepada masyarakat. 

“BTN memberikan dukungan kredit dalam rangka percepatan pembangunan perumahan maupun kepemilikan lahan. Jadi kita support developer dari sisi pembiayaan agar kendala-kendala dalam pembangunan perumahan dapat teratasi,” tutur Suryanti.  

Dari sisi demand, lanjutnya, BTN menjembatani developer dalam menyalurkan pemasaran unit rumahnya kepada masyarakat dengan KPR berbunga murah dan berbagai program keringanan yang dibuat BTN dalam kondisi pandemi Covid-19. 

Project  Director LRT City Sentul Nanang Safrudin Salim menanggapi prospek hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOP) di tahun 2022  yang masih akan menggunguli penjualan, khususnya kaum millennial dan urban. 

“Kelebihan dari konsep hunian TOD karena connecting life, serba mudah dan praktis dalam menghubungkan kehidupan. Di LRT City ada 5 prinsip TOD yang digunakan dalam mengembangkan sebuah kawasan di LRT City, yakni  Walkable, Mixed use, Densify, connect dan Shift and Transit,” jelasnya. 

Ketua  Umum  Asosiasi  Roll  Former Indonesia (ARFI), Nicolas Kesuma mengungkapkan sebagai salah satu komponen dalam mambangun rumah, ARFI telah melakukan langkah strategis dalam menunjang peranan baja ringan di sektor property. 

Antara lain peningkatan utilitas produksi di seluruh Indonesia, pemberlakuan SNI Wajib Profil Baja Ringan SNI 8399-2017, Produk yang memenuhi persyaratan TKDN, dan Tata Kelola Import oleh Pemerintah. 

“Langkah strategis ini bertujuan meningkatkan produktifitas dan daya saing industri baja ringan, yang pada akhirnya akan mendorong upaya pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya. 

Dari sisi supporting, CEO PT Baran Energy, Victor Wirawan, menyoroti energi terbarukan yang sebenarnya bisa menjadi sebuah solusi ringan untuk penerangan kawasan perumahan maupun kawasan industri. 

Victor menjelaskan, pihaknya telah mengembangkan teknologi energi baru dan terbarukan (EBT), berupa penggabungan solar panel dan power storage system (baterai penyimpan energi skala besar) yang diberi nama PowerWall. 

“Pengembangan teknologi terbarukan sangat selaras dengan program pemerintah Indonesia yang menargetkan penggunaan energi terbarukan sebanyak 25 persen pada tahun 2025, meski pun saat ini baru 11 persen yang berjalan,” ungkapnya.  

Oleh karena itu, Baran Energy lahir untuk mempercepat serta membantu masyarakat Indonesia dalam energi terbarukan sebagai salah satu alternatif penggunaan listrik dengan melalui inovasi produk PowerWall cocok digunakan untuk kawasan perumahan dan industri. 

Pengamat property Ali  Tranghanda, mewanti-wanti agar pengembang jangan lengah, karena para investor mempunyai batas daya beli untuk membeli properti. Selain itu, segmen pasar akan kembali ke segmen yang lebih ‘membumi’ seiring dengan peningkatan daya beli dan terlebih pandemi Covid19 masih membayangi. 

“Resep lainnya yang penting, kebijakan perpajakan jangan sampai kontra produktif dengan kinerja properti saat ini. Sebab perekonomian kita, termasuk sektor perumahan baru saja menggeliat bangkit,” pungkas Ali. (J03) 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *